Jakarta, Petrominer – Di tengah kondisi yang masih dipengaruhi pandemi Covid-19, Subholding Upstream Pertamina terus berupaya maksimal untuk memenuhi target produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional. Pemenuhan target produksi tersebut merupakan hasil dari produksi dan pengelolaan lapangan migas di dalam dan luar negeri.
Hingga September 2021, capaian produksi gas Subholding Upstream mencapai 2.614 MMSCFD atau 102 persen dari target Triwulan III RKAP 2021. Sedangkan produksi minyak dari seluruh regional Subholding Upstream mencapai 415 MBOPD. Dengan begitu, total produksi harian rata-rata migas pada Triwulan III tahun 2021 mencapai 866 MBOEPD.
“Untuk di dalam negeri, produksi migas Subholding Upstream mencapai 717 MBOEPD atau 100 persen terhadap target Triwulan III RKAP 2021, yang terdiri dari produksi minyak 319 MBOPD dan 2.308 MMSCFD produksi gas,” ujar CEO Subholding Upstream Pertamina, Budiman Parhusip, Kamis (4/11).
Meski pandemi belum berakhir, namun kondisi ekonomi mulai menunjukkan perbaikan. Hal ini salah satunya ditandai dengan meningkatnya serapan gas oleh industri. Lifting gas Subholding Upstream sampai September 2021 mencapai 105 persen dari target Triwulan III RKAP 2021.
Upaya penambahan cadangan juga terus dilakukan. Sampai Triwulan III-2021, Subholding Upstream telah membukukan penambahan cadangan P1 sebesar 428 MMBOE atau 15 persen lebih tinggi dari target Triwulan III RKAP 2021. Sedangkan temuan sumber daya 2C, sampai September 2021 mencapai 174 MMBOE.
Untuk kegiatan bor pengembangan, sampai September 2021 sudah terlaksana 195 sumur, dan ada 45 sumur yang saat ini sedang dalam proses pemboran. Selain itu, untuk pemboran sumur eksplorasi sudah selesai dilakukan 8 sumur dan ada 3 sumur yang sedang dalam proses pemboran.
Budiman menegaskan, Subholding Upstream akan terus berupaya melakukan kinerja yang optimal untuk memenuhi target-target yang telah ditetapkan. Upaya itu dilakukan sambil menjaga dan memastikan aspek HSSE dijalankan dengan baik serta memastikan seluruh kegiatan dapat dilaksanakan dengan tepat waktu, tepat anggaran, dan tepat jadwal serta tetap menjaga cost effectiveness melalui program optimasi biaya “OPTIMUS”.
Selain itu, transformasi Pertamina khususnya di hulu menjadi Subholding Upstream menjadikan sinergi yang lebih kuat dalam kegiatan hulu migas melalui pola regionalisasi. Hal ini dapat lebih meningkatkan operational excellence serta proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan agile.
Bergabungnya blok Rokan di Riau pada 9 Agustus 2021 lalu juga turut memperkuat portofolio Subholding Upstream Pertamina di dalam negeri.
“Kami sampaikan apresiasi kepada Kementrian ESDM, SKK Migas, Pemerintah Daerah serta seluruh stakeholder lainnya atas dukungan positif yang selalu diberikan kepada Pertamina khususnya Subholding Upstream. Dukungan ini akan menjadi pemacu kami dalam pemenuhan target dan tentunya untuk berkontribusi optimal pada target nasional produksi 1 juta BOPD dan 12 BSCFD,” ujar Budiman.








Tinggalkan Balasan