Jakarta, Petrominer — Kesepakatan pembiayaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, Jawa Tengah resmi ditandatangani di Istana Negara, Kamis (9/6), dengan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Proyek PLTU Batang merupakan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan investasi senilai US$ 4,2 miliar.
“PLTU Batang merupakan proyek KPBU kelistrikan pertama yang mencapai financial close,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, usai menyaksikan penandatangan kesepakatan itu.
Darmin menyatakan, financial closing PLTU Batang sebagai keberhasilan dari kerja sama pemerintah dengan badan usaha nasional dan Jepang, dengan dukungan perbankan. Dengan telah tercapainya financial closing ini, pembangunan fisik proyek dapat segera dimulai dengan target operasional pada tahun 2019.
PLTU Batang merupakan proyek KPBU Listrik terbesar di Asia, dengan kapasitas sebesar 2 x 1.000 megawatt (MW), yang menggunakan teknologi ultrasuper critical yang lebih efisien. Kontraktor pelaksana proyek KPBU ini dipercayakan kepada PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), anak usaha PT Adaro Energy Tbk.
Dari total kebutuhan investasi yang mencapai US$ 4,2 miliar, BPI siap menanggung 20 persen biaya. Sementara sisanya disediakan oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar US$ 1,92 miliar (48 persen dari biaya investasi) dan konsorsium bank sebesar US$ 1,28 miliar (32 persen dari nilai investasi).








Tinggalkan Balasan