Tomohon, Petrominer – Meski masih dilanda pandemi Covid-19, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) memulai proyek pengembangan PLTP Binary Organic Rankine Cycle 500 kW di lokasi PGE Area Lahendong, Tomohon, Sulawesi Utara. Kick Off Meeting Engineering Procurement Construction & Commissioning (EPCC) proyek ini digelar secara daring, Kamis (1/7).
Direktur Operasi PGE, Eko Agung Bramantyo, menyampaikan bahwa proyek ini sebagai realisasi atas komitmen PGE dalam mengembangkan energi bersih panasbumi.
“Kondisi pademi Covid-19 tidak menyurutkan semangat inovasi dan pengabdian para Perwira Pertamina dalam pengembangan energi panasbumi Indonesia. Ini adalah wujud nyata komitmen PGE untuk memanfaatkan potensi energi dalam negeri yang ramah lingkungan khususnya energi panasbumi karena sifatnya yang baru terbarukan,” ujar Eko Agung.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan kesiapan dan kemampuan PGE dalam mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP), di mana sekaligus menunjang Green Energy serta Cost Saving terhadap OPEX sebagai implementasi milestone proyek strategis EBT Internal Pertamina dan total kapasitas power terpasang dari EBT lainnya.
Instalasi pembangkit Binary berkapasitas 1×500 kW Net ini direncanakan menggunakan fluid kerja R1233zd(E), yaitu refrigerant non-flammable yang ramah lingkungan. Proyek ini ditargetkan akan terlaksana 100 persen dan siap dioperasikan pada Desember 2021 ini.
Proyek ini dijalankan dengan skema Quick Win untuk mencapai Fast Delivery Project. Skema ini dilakukan oleh PGE untuk menyiasati pelaksanaan proyek di tengah kondisi pandemi agar tetap On Time, On Budget, On Scope, On Revenue (OTOBOSOR).
Pertamina sebagai pionir pengembangan panasbumi di Indonesia, yang kemudian dilanjutkan oleh PGE, telah mempunyai pengalaman 35 tahun dalam pengoperasian lapangan panasbumi. Saat ini, Indonesia berada pada rangking kedua pengembangan panas bumi di dunia dengan total kapasitas terpasang sebesar 2.133 MW, dan kontribusi dari Wilayah Kerja PGE sebesar 88 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, yang terdiri dari 672 MW yang dioperasikan sendiri dan 1.205 MW yang dilaksanakan melalui Kontrak Operasi Bersama.
Dari 672 MW yang dioperasikan sendiri oleh PGE, dibangkitkan dari dari 6 Area yaitu Area Lahendong (Sulawesi Utara) dengan kapasitas terpasang sebesar 120 MW, Area Kamojang (Jawa Barat) 235 MW, Area Ulubelu (Lampung) 220 MW, Area Karaha (Jawa Barat) 30 MW, Area Lumut Balai (Sumatera Selatan) 55 MW dan Area Sibayak (Sumatera Utara) 12 MW.








Tinggalkan Balasan