Jakarta, Petrominer – Insiden kebakaran di tanki T-301 di Area Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, berdampak pada pengaliran gas dari PHE ONWJ. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tersebut telah menghentikan pengaliran gas ke kilang Balongan.
“Insiden Balongan berdampak pada penghentian penyaluran gas dari ONWJ sebesar 10 MMSCFD, yang biasanya digunakan untuk operasional kilang,” ujar Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Susana Kurniasih, Selasa (30/3).
Susana menjelaskan, keputusan penghentian pengaliran gas tersebut diambil setelah SKK Migas melakukan koordinasi dengan Pertamina. Penghentian pengaliran gas dari lepas pantai Jawa Barat ke Kilang Balongan diperkirakan akan berlangsung selama satu minggu.
Selain penghentian pengaliran gas, insiden di kilang Balongan tidak berdampak pada produksi minyak nasional. Pasalnya, hulu migas memiliki tanki yang cukup untuk menampung produksi yang seharusnya dikirim ke kilang BBM milik Pertamina tersebut.
Selama ini, ujarnya, kilang Balongan menerima minyak dari beberapa lapangan minyak di Indonesia, antara lain dari Jatibarang (Pertamina EP), Cinta (PHE ONWJ ), Duri dan Minas (Chevron Pacific Indonesia), Banyu Urip (ExxonMobil Cepu Ltd.).
“Dari mitigasi yang kami lakukan, dampak kebakaran kilang Balongan tidak berdampak pada produksi minyak Indonesia, karena hulu migas memiliki tanki yang cukup untuk menampung produksi, sehingga berdasarkan perkiraan awal, hulu migas tidak terganggu. Pertamina juga telah menyampaikan bahwa minyak-minyak yang biasanya diolah di kilang Balongan akan dialihkan ke kilang-kilang lain di Indonesia, antara lain Cilacap,” ungkap Susana.









Tinggalkan Balasan