Jakarta, Petrominer – PLN terus mendorong penggunaan gas bumi untuk kelistrikan di Bali. Ini sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan.
Untuk merealisasikan program itu, PLN melalui anak usahanya PT PLN Gas & Geothermal (PLN GG) akan melakukan kajian untuk membangun terminal LNG di Bali. Sebuah Nota Kesepajaman terkait studi kelayakan kajian untuk pengembangan LNG Terminal Bali telah ditandatangani dengan Perusahaan Daerah Provinsi Bali, yaitu PT Dewata Energy Bersih (DEB).
Penandatangan Nota Kesepahaman dilakukan secara virtual oleh Direktur Utama PLN GG, Moh Riza Affiandi, dan Direktur PT DEB, Cokorda Alit Indra Wardhana, Selasa (23/2). Langkah ini merupakan bagian dari semangat Transformasi PLN, serta sejalan dengan arah kebijakan energi dan ketenagalistrikan Pemerintah Provinsi Bali yang terus mendorong penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan.
Studi kelayakan kajian ini diharapkan menjadi awal rencana Kerjasama Pengembangan Infrastruktur Terminal Penerima dan Regasifikasi Liquefied Natural Gas (LNG) di Provinsi Bali antara PLN GG dan DEB. Ke depan, kerjasama ini diharapkan dapat memanfaatkan potensi bisnis pengembangan Terminal Penerima dan Regasifikasi LNG di Bali beserta bisnis turunan lainnya di Propinsi Bali.
Menurut Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, kerjasama ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan.
”Ini mengacu pada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, dimana pengembangan infrastruktur energi harus ramah lingkungan mengangkat nilai-nilai kearifan lokal. Kami komitmen untuk terus meningkatkan penggunaan energi bersih,” ujar Zulkifli.
Pengembangan infrastruktur LNG Terminal Bali ini ditargetkan dapat beroperasi memasok gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran pada awal tahun 2023.
Untuk pemenuhan bahan bakar pembangkit listrik di Pesanggaran ini, PLN akan memanfaatkan gas alam dalam LNG, di mana saat ini PLN telah memiliki kontrak jangka panjang dengan produsen LNG BP Tangguh. Tantangan utama yang dihadapi dalam penyediaan pasokan gas alam adalah terbatasnya ketersediaan infrastruktur gas, khususnya infrastruktur yang terkait dengan terminal LNG termasuk transportasi LNG serta sarana pendukung lainnya.
PLN dalam pelayanan kelistrikan di Bali mengedepankan penggunaan energi bersih salah satunya adalah pembangkit listrik berbahan bakar gas. Selain mengoptimalkan PLTDG Pesanggaran yang berkapasitas 200 megawatt (MW), PLN juga akan melakukan relokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Gas dan Uap ke lokasi Pesanggaran dengan kapasitas 300 MW. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan listrik dan penguatan sistem kelistrikan Bali untuk mewujudkan Bali Mandiri Energi Bersih.
Selain itu, untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Bali, PLN juga akan mewujudkan integrasi sistem tenaga listrik Jawa Bali melalui jaringan transmisi sebagai sistem interkoneksi kelistrikan terbesar di Indonesia.








Tinggalkan Balasan