, ,

Ini Kinerja MedcoEnergi Sampai September 2020

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mengakui kondisi sulit saat ini berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan sembilan bulan tahun 2020 ini. Beragam strategi pun terus diupayakan untuk segera pulih dari kondisi tersebut.

Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, permintaan energi dan harga komoditas dipengaruhi oleh pandemi Covid-19. Harga minyak US$ 39,5 per barel, turun 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar US$ 62,5 per barel dan harga gas US$ 5,1 per mmbtu, turun 25 persen dari US$ 6,9 per mmbtu. Namun memasuki kuartal III-2020, harga mulai pulih telah kembali ke arah positif

“Rendahnya harga energi akibat pandemi telah berdampak signifikan terhadap operasi dan kinerja kami. Namun di tengah masa sulit ini, kami telah menjalankan sesuai strategi kami di berbagai bidang,” ujar Chief Executive Officer (CEO) MedcoEnergi, Roberto Lorato, dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Selasa (1/12).

Roberto menjelaskan, laba bersih mengalami kerugian US$ 130 juta dengan kondisi perdagangan yang sangat sulit terutama di Kuartal II-2020, di mana laba bersih rugi US$ 76 juta. Memasuki Kuartal III-2020, laba bersih mengalami kerugian US$ 34 juta, sehubungan dry-hole pengeboran laut dalam di Meksiko, harga gas yang rendah mengikuti harga minyak dan permintaan listrik yang terus rendah di Medco Power.

“Sementara AMNT melaporkan laba Kuartal III-2020 sebesar US$ 21 juta. Ini merupakan laba per-kuartal pertama sejak tahun 2016 dengan produksi pertama dari fase 7 ditopang oleh harga tembaga dan emas yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Dari sisi operasional, MedcoEnergi mencatat produksi minyak dan gas sebesar 100 ribu BOEPD. Kinerja ini sesuai acuan, meskipun tingkat permintaan gas masih jauh di bawah normal sebelum pandemi Covid-19. Sementara biaya produksi per unit adalah US $7,6 per BOE.

“Program pengeboran dua anjungan sumur di Kerisi, Laut Natuna Selatan, Block B PSC, bulan Juli 2020 lalu telah meningkatkan produksi minyak dan kemampuan pengiriman gas. Sementara penemuan gas hasil eksplorasi komersial di sumur Bronang-2, Kaci-2, West Belut-1 dan Terubuk-5 akan dipercepat proses pengembangannya pada tahun 2021-2022, bersamaan dengan pengembangan Hiu yang telah direncanakan sebelumnya,” jelas Roberto.

Dia juga memaparkan, EBITDA tercatat US$ 422 juta, turun 5 persen year-on-year. Capaian ini merupakan hasil efisiensi biaya dan sinergi dari hasil penyelesaian integrasi Ophir Energy, dalam upaya mengimbangi dampak permintaan energi rendah. Sementara likuiditas tetap kuat dengan kas dan setara US$ 618 juta pada 30 September, naik dari US$ 596 juta pada akhir tahun 2019.

Dari belanja modal US$ 194 juta, sebesar US$ 147 juta digunakan untuk minyak dan gas yaitu penyelesaian Proyek Meliwis di Jawa Timur dan pengeboran eksplorasi yang sukses di Block B Laut Natuna Selatan. Sementara sebesar US$ 47 juta digunakan Medco Power, terutama untuk pembangunan Riau PLTGU serta pengeboran eksplorasi geotermal Ijen.

Dalam kesempatan itu, Roberto juga memaparkan ada beberapa catatan keberhasilan MedcoEnergi tahun ini. Mulai dari kesuksesan dalam kegiatan eksplorasi di Natuna dan Ijen, menandatangani Aliansi Strategis dengan mitra yang kuat yakni Kansai Electric, memperkuat neraca melalui rights issue yang sukses dan mendapat dukungan penuh, serta melakukan penghematan biaya investasi dan sinergi melalui pembelian kembali dan pembayaran hutang.

“Kini, menjelang akhir tahun, harga komoditas mulai pulih dan Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) telah kembali memperoleh keuntungan dari produksi pertama fase 7 melalui kenaikan harga tembaga dan emas,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Presiden Direktur MedcoEnergi Hilmi Panigoro. Secara khusus, Hilmi menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pemegang saham yang telah berpartisipasi dalam pemesanan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dan berbagi kesuksesan dengan MedcoEnergi selama 40 tahun ini.

“Saya berterima kasih kepada para pemegang saham yang telah berpartisipasi dalam pemesanan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan telah berbagi kesuksesan dengan Medco selama 40 tahun sejarah kami,” ucapnya.

Hilmi mengakui adanya aliansi Kansai Electric, eksplorasi yang sukses dan AMNT yang kembali membukukan laba sebagai faktor pendorong MedcoEnergi untuk terus berkembang di tengah masa sulit seperti saat ini.

“Ini telah menjadi suatu kebanggaan melihat MedcoEnergi berkembang di tengah masa yang sulit ini menjadi Perusahaan yang lebih kuat,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *