, ,

Semester I: Serapan Biodiesel Capai 4,36 Juta KL

Posted by

Jakarta, Petrominer – Sejak diimplementasikan Januari 2020, campuran 30 persen FAME (Fatty Acid Methyl Ester) dalam minyak solar (B-30) telah mendongkrak pemanfaatan biodiesel dalam negeri. Hingga pertengahan tahun 2020, tercatat penyerapan biodiesel telah mencapai 4,36 juta kilo liter (KL).

“Pandemi ditengarai sedikit memperlambat penyerapan biodiesel karena adanya penurunan serapan sektor transportasi. Namun, Pemerintah optimis di akhir tahun penyerapan FAME lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebagai dampak implementasi B-30,” ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Kamis (3/9).

Menurut Agung, peningkatan konsumsi biodiesel naik signifikan sejak tahun 2016. Pada tahun 2018, konsumsinya sebesar 3,75 juta KL atau meningkat hampir 50 persen dibandingkan tahun 2017 dengan serapan 2,57 juta KL. Kebijakan mandatori berlanjut hingga tahun 2019 sehingga konsumsi biodiesel berada pada angka 6,39 juta KL.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, pemanfaatan biodiesel untuk bahan bakar diharapkan mampu memberikan multiplier efek yang lebih besar kepada para petani sawit.

Dalam kesempatan terpisah, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyebutkan bahwa realisasi volume B30 yang sudah disalurkan sampai Agustus 2020 mencapai 4,98 KL. Sementara serapan hingga akhir tahun 2020 diproyeksikan sebanyak 8,25 KL, atau sedikit di bawah target serapan tahun ini sebesar 9,59 KL.

“Targetnya 9,59 KL, tapi proyeksi kita itu kemungkinan antara 8,25 juta sampai akhir tahun karena ada penurunan demand akibat pandemi Covid-19,” ujar Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman, Jum’at (4/9).

Sementara untuk proyeksi tahun 2021, Eddy menyebutkan tidak ada kenaikan atau masih berpatok pada kisaran 9,5 KL untuk B30.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *