, ,

RAPBN 2021, Lifting Migas Dipatok 1,712 Juta BOEPD

Posted by

Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Komisi VII DPR RI sepakat untuk memasang target lifting minyak dan gas bumi (migas) tahun 2021 sebesar 1,712 juta barrel oil equivalent per day (BOEPD). Angka ini akan dimasukan dalam Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021.

Rincian dari lifting migas sebesar itu, lifting minyak dipatok 705 ribu barrel oil per day (BOPD) dan lifting gas bumi sebesar 1,007 juta BOEPD.

Kesepakatan tersebut merupakan salah satu kesimpulan Rapat Kerja Menteri ESDM, Arifin Tasrif, dengan Komisi VII DPR, Rabu (2/9). Raker ini merupakan tindak lanjut pidato Presiden Joko Widodo mengenai Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2021 beserta Nota Keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR RI tanggal 14 Agustus 2020 lalu.

Dalam rapat kerja tersebut, Arifin menyampaikan bahwa target lifting migas dalam APBN 2020 sebesar 1,946 juta BOEPD. Terdiri dari lifting minyak bumi sebesar 755 ribu BOPD dan lifting gas bumi sebesar 1,191 juta BOEPD. Hingga Juli 2020, realisasinya mencapai 1,699 juta BOEPD, dengan rincian lifting minyak bumi 707 ribu BOPD dan lifting gas bumi 992 ribu BOEPD.

Menurutnya, outlook lifting migas tahun 2020 sebesar 1,697 juta BOEPD, dengan rincian lifting minyak bumi 705 ribu BOPD dan lifting gas bumi 992 ribu BOEPD.

“Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka lifting migas pada Nota Keuangan RAPBN 2021 ditetapkan sebesar 1,712 juta BOEPD, di mana lifting minyak bumi sebesar 705.000 BOPD dan lifting gas bumi sebesar 1,007 juta BOEPD,” ungkap Arifin.

Pemerintah dan Komisi VII DPR juga menyepakati ICP tahun 2021 sebesar US$ 45 per barel atau sama dengan Nota Keuangan. Pertimbangannya antara lain realisasi ICP dari bulan Januari hingga 28 Agustus 2020 mencapai US$ 40,10 per barel, dengan outlook rata-rata tahun 2020 sebesar US$ 35 – 40 per barel. Sementara ICP rata-rata tanggal 1-28 Agustus 2020 sebesar US$ 41,66 per barel.

“Dinamika harga minyak dunia sangat sulit diduga. Berdasarkan proyeksi beberapa pihak dalam Polling Reuters dan Short Term Energy Outlook dari US-EIA-DOE, harga minyak dunia tahun 2021 diperkirakan pada kisaran US$ 45,53 – 49,85 per barel,” paparnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi harga minyak antara lain OPEC+ yang melakukan kebijakan pemotongan produksi minyak mentah untuk mengimbangi kekhawatiran melemahnya permintaan minyak akibat pandemi Covid-19.

Raker yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto juga bersepakat mengenai cost recovery tahun 2021 sebesar US$ 8,50 miliar. Realisasi hingga Juli 2020 sebesar US$ 4,82 miliar. Sedangkan outlook tahun 2020 sebesar US$ 8,12 miliar.

Untuk volume BBM bersubsidi, diketok 16,30 juta kilo liter (KL), terdiri dari minyak tanah 0,50 juta KL dan minyak solar 15,80 juta KL.

Volume LPG 3 kg disepakati sebesar 7,80 juta metrik ton. Angka ini di atas Nota Keuangan sebesar 7,00 juta metrik ton. Realisasi volume LPG 3 kg hingga Juli 2020 mencapai 4,10 juta metrik ton. Sementara outlook sampai akhir tahun 2020 sebesar 7,00 juta metrik ton.

Sementara subsidi tetap minyak solar ditetapkan Rp 500 per liter, lebih rendah dari tahun 2020 sebesar Rp 1.000 per liter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *