Jakarta, Petrominer — Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Andang Bachtiar meluruskan pemberitaan terkait rencana pembentukan Holding BUMN Energi. Utamanya terkait pemberitaan yang memuat pernyataan anggota DEN lainnya, yakni Tumiran. Apalagi, pernyataan tersebut seolah-olah merupakan sikap DEN.
Andang menegaskan, pernyataan Tumiran yang dimuat di berbagai media adalah pernyataan pribadi, bukan pernyataan resmi DEN. Karena sepengetahuan dirinya, sejak press release Sidang Paripurna DEN ke-3 bersama Ketua DEN Presiden Jokowi, tanggal 22 Juni 2016, belum ada lagi Rapat Anggota atau Sidang Anggota yang membahas apalagi mengeluarkan pernyataan resmi tentang permasalahan energi strategis.
“Termasuk tentang rencana pembentukan Holding BUMN bidang Energi,” kata Andang, Kamis malam (14/7).
Menurutnya, jika anggota DEN sebagai pribadi, boleh-boleh saja memberi masukan dan mengkritisi. Namun dalam konteks DEN, tentu saja tidak bisa menolak apalagi bertentangan dengan kebijakan pemerintah. Dia pun mengingatkan posisi dan fungsi DEN.
“DEN itu siapa? Jangan lupa, Ketua DEN adalah Presiden,” ujar Andang mengingatkan.
Dalam kesempatan terpisah, Tumiran mengakui bahwa pernyataannya di media sama sekali bukan sikap DEN. Pasalnya, sikap DEN itu bersifat kolegial dan harus diputuskan melalui rapat anggota.
Tumiran pun meluruskan bahwa dirinya bukan tidak mendukung apalagi menolak Holding BUMN Energi. Hanya saja, menurutnya, memang perlu dipersiapkan dengan baik dan kehati-hatian. Misalnya dengan membenahi terlebih dahulu tata kelola migas.
Selain itu, mengacu pada UU Energi, dia menyatakan seharusnya gas bisa menjadi modal pembangunan nasional. Artinya, bahwa orientasi ekspor dikurangi, pendistribusian ditambah untuk kepentingan masyarakat, hilirisasi harus berjalan optimal, serta percepatan pembangunan infrastruktur.
“Pemikiran saya komprehensif. Saya hanya mengingatkan, bahwa pembentukan holding energi harus mendukung energi menjadi modal pembangunan. Itu yang saya maksud dengan kehati-hatian,” tegas Tumiran.








Tinggalkan Balasan