,

Arcandra Tahar: Tranformasi ESDM Harus Dilakukan, Bukan Pilihan

Posted by

Jakarta, Petrominer — Presiden Joko Widodo, Rabu (27/7) siang, mengumumkan komposisi baru Kabinet Kerja, dan mengangkat Arcandra Tahar sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menggantikan Sudirman Said.

Sosok Arcandra mungkin masih terasa asing bagi masyarakat Indonesia. Maklum, lulusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menghabiskan 20 tahun masa studi dan karirnya di Amerika Serikat. Dia menempuh pendidikan S2 dan S3 di Texas A&M University Ocean Engineering. Posisi terakhirnya adalah sebagai President Petroneering di Texas, Amerika Serikat.

Boleh dibilang, Profesional di bidang ESDM ini telah melanglang buana di berbagai perusahaan minyak dan gas bumi negeri itu.

Bahkan, ini pertama kalinya Arcandra menginjakkan kaki di Kantor Kementerian ESDM, Rabu sore (27/7), untuk melakukan serah terima jabatan Menteri ESDM. Didampingi Paulin Tahar, istrinya, dia disambut oleh Sudirman Said serta seluruh pejabat eselon I Kementerian ESDM ketika tiba di kantor Kementerian ESDM.

Dalam sambutan pertamanya sebagai Menteri ESDM, Arcandra bertekad untuk memimpin sektor ESDM dan memajukannya sesuai program nawacita, yang disebutnya sebagai amanah yang diberikan Presiden Joko Widodo.

“Program pemerintah yang sudah berjalan dengan baik tentu akan kita lanjutkan. Adapun program-program yang masih terkendala dari undang-undang, sinergi, dan birokrasi antarlembaga, akan kita lakukan transformasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Arcandra juga mengungkapkan apresiasinya atas kinerja Sudirman Said selama ini.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Sudirman Said yang bekerja sungguh-sungguh membangun sektor ESDM selama hampir 2 tahun banyak prestasi, beberapa lorong yang dulu gelap, sekarang bisa transparan berkat kerja keras Bapak Sudirman Said dan jajarannya. Untuk itu Mari Kita Lanjutkan! Saya tahu ini berat tapi saya yakin dengan bantuan seluruh jajaran di kementerian, maka tugas berat ini akan dapat saya selesaikan,” paparya.

Pria yang berasal dari Padang Pariaman ini juga menegaskan bahwa transformasi sektor ESDM adalah suatu keharusan bukan pilihan. Transformasi sektor ESDM baik di bidang minyak dan gas bumi, energi terbarukan, minerba dan listrik untuk rakyat akan dimulai dengan bertumpu kepada tiga pilar utama. Yakni:
• Membuat business process yang efisien, transparan dan terukur;
• Sumber daya manusia yang kompeten yang ditunjang dengan knowledge, skill dan experience;
• Memanfaatkan teknologi yang tepat guna dan tepat sasaran sehingga sumber daya manusia dan bussines process yang dibangun bisa lebih efektif dan efisien,” paparnya.

Pemilik tiga hak paten dalam bidang pengembangan minyak dan gas bumi lepas pantai ini mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan harapannya agar dapat melangkah bersama-sama dengan seluruh pejabat dan pemangku kepentingan untuk membangun sektor ESDM.

“Pemimpin itu hanya ditinggikan seranting didahulukan selangkah. Dengan mengucapkan basmalah, izinkan saya untuk memulai perjalanan untuk memimpin sektor ESDM,” tegas Arcandra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *