Denpasar, Petrominer – Menjelang diberlakukannya kehidupan dengan tatanan baru (new normal) di berbagai daerah, sektor-sektor ekonomi pun mulai menerapkan protokol baru untuk dapat bangkit dan beroperasi kembali. Begitu pula di Provinsi Bali, yang memulai tahapan untuk mengkaji kembali beroperasinya berbagai sektor perekonomian masyarakat, termasuk industri pariwisata.
Sejak Maret 2020 lalu, geliat industri pariwisata dan hiruk pikuk kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara ke Bali berada dalam fase hibernasi. Memasuki Juli 2020 ini, Pemerintah Provinsi Bali mulai mengkaji penerapan protokol kesehatan yang akan diterapkan untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan, termasuk kesiapan di sektor pendukung energi.
Guna mendukung rencana tersebut, Pertamina memastikan pasokan energi tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di masa tatanan kehidupan baru di Bali. Apalagi, Pertamina mencatat tren konsumsi energi mulai meningkat dalam sebulan terakhir.
“Sebagai antisipasi kebutuhan energi yang diperlukan untuk mulai mendukung aktivitas menjelang New Normal di Bali yang berangsur pulih, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V mengamati data tren konsumsi energi yang sudah terlihat meningkat sebulan ini,” ujar Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Rustam Aji, Rabu (1/7).
Menurut Rustam, Pertamina mencatat peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali pada Juni 2020, dibandingkan konsumsi bulan sebelumnya. Untuk BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo), konsumsi naik 14 persen dibandingkan Mei 2020.
Sampai Senin (29/6), menurutnya, rerata konsumsi harian Gasoline mencapai 1.675 Kilo Liter (KL) per hari, dibandingkan bulan Mei 2020 dengan rerata konsumsi harian sebesar 1.465 KL per hari.
Kenaikan ini juga disertai dengan peningkatan jumlah konsumsi BBM Berkualitas Pertamina yang ramah lingkungan, yang biasa dikenal dengan Perta-Series (Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo). Pada Mei 2020, penyaluran Perta-Series mencapai 1.025 KL per hari. Sementara di Juni 2020, konsumsi Perta-Series menjadi 1.205 KL per hari, atau meningkat sebesar 18 persen.
Dengan melihat data penyaluran tersebut, proporsi konsumsi Perta-Series terhadap total konsumsi Gasoline di Bali terlihat meningkat dari 70 persen menjadi 72 persen dari Mei ke Juni 2020.
“Pertamina mengapresiasi masyarakat Bali yang sudah beralih menggunakan produk BBM yang lebih ramah lingkungan dan berkualitas, sebagai bentuk kepedulian jangka panjang untuk pelestarian lingkungan sebagai salah satu daya tarik destinasi wisata,” ujar Rustam.
Selain untuk mendukung ekonomi masyarakat, hal tersebut juga sebagai bentuk dukungan Pertamina kepada program Bali Energi Bersih, dengan menyediakan produk BBM berkualitas yang lebih ramah lingkungan. Bali punya modal besar sebagai destinasi wisata, yaitu udaranya relatif bersih dengan cuaca yang stabil sepanjang tahun, didukung pemandangan memukau dengan langit biru, yang tentunya harus dijaga bersama.
Sedangkan untuk jenis BBM Gasoil (Biosolar dan Dex Series), Pertamina mencatat peningkatan konsumsi sebesar 17 persen, dengan jumlah rerata konsumsi harian yang bertambah dari sebelumnya 345 KL per hari menjadi 405 KL per hari.
Untuk mendapatkan kenyamanan lebih dalam bertransaksi, Pertamina juga mengimbau agar pelanggan membiasakan bertransaksi secara cashless dengan penggunaan aplikasi MyPertamina, untuk mengurangi potensi penyebaran Covid-19 melalui uang tunai. Masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif dalam peningkatan pelayanan Pertamina dan melaporkan apabila terjadi kendala dan hambatan distribusi produk Pertamina melalui Pertamina Call Center 135.








Tinggalkan Balasan