Jakarta, Petrominer — Indonesian Community For Energy Research (ICER) sangat menyesalkan sikap PT Freeport Indonesia (PTFI) yang menolak rekomendasi ekspor konsentrat dari Pemerintah. Apalagi, jika penolakan itu dilakukan hanya karena perusahaan tambang asal Amerika itu sedang berusaha bernegosiasi terkait permasalahan pajak.
“Bagi ICER, penolakan PTFI atas rekomendasi ekspor tersebut merupakan ancaman nyata bagi keseluruhan Pekerja PTFI yang notabene adalah pekerja Indonesia,” ujar Koordinator ICER, Iqbal Tawakal, Minggu (19/2).
Padahal, papar Iqbal, Pemerintah Indonesia saat ini sedang berupaya mengedepankan solusi terbaik terkait masalah pajak. Bukan hanya kepada PTFI, namun keseluruhan perusahaan tambang di Indonesia.
Menurutnya, tingkah polah korporasi satu sama lain memang berbeda dalam menyikapi berbagai keputusan yang diambil dari Pemerintah. Hanya saja bagi korporasi global selalu memperlakukan pekerja sebagai aset yang paling berharga, dan bukan sebagai alat untuk memperoleh keuntungan semata.
Saat ini, PTFI dilaporkan masih ngeyel dengan kesepakatan yang awalnya sudah mereka setujui bersama Pemerintah Indonesia dengan merubah Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Pemerintah pun telah bergerak cepat karena tidak ingin nasib 33 ribu pekerja Indonesia menjadi tidak menentu karena PTFI menghentikan produksi menyusul adanya larangan ekspor mineral yang jika ditinjau ke belakang lagi-lagi dikarenakan PTFI ingin buying time.









Tinggalkan Balasan