,

ICP Menguat Sampai US$ 51 Per Barel

Posted by

Jakarta, Petrominer — Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan Desember 2016 mulai menguat. Tren serupa juga dialami harga minyak mentah Indonesia dari hasil perhitungan Formula ICP (Indonesian Crude Prices).

Berdasarkan Laporan Perkembangan Pasar Minyak bulan Desember 2016 dari SKMIGAS, yang diterima Petrominer, Kamis (5/1), ICP (yang terdiri dari 43 jenis) tercatat sebesar US$ 51,09 per barel, naik US$ 7,83 per barel dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 43,25 per barel. Penguatan serupa juga terjadi pada harga rata-rata ICP SLC, yang naik sebesar US$ 8,09 per barel dari US$ 44,53 per barel menjadi US$ 52,62 per barel.

Penguatan harga minyak mentah Indonesia dan minyak mentah utama lainnya di kawasan Asia Pasifik dipengaruhi oleh laporan tentang kondisi geopolitik yang tidak stabil di Timur Tengah, ditambah dengan insiden penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrei Karlov, yang ditembak mati di Ankara, Turki.

Harga juga terdongkrak naik karena crude oil throughput kilang-kilang minyak di Taiwan pada bulan Desember 2016 sebesar 890 ribu barel per hari, meningkat 9% dibandingkan bulan November 2016 yaitu 815 ribu barel per hari.

Sejalan dengan itu, harga minyak mentah utama di pasar internasional juga mengalami kenaikan. Brent (ICE) naik US$ 7,84 per barel dari US$ 47, 08 per barel menjadi US$ 54,92 per barel. WTI (Nymex) naik US$ 6,40 per barel dari US$ 45,76 per barel menjadi US$ 52,17 per barel. Basket OPEC naik US$ 8,07 per barel dari US$ 43,22 per barel menjadi US$ 51,28 per barel.

Kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu dampak kesepakatan negara-negara OPEC pada tanggal 30 November 2016 untuk mengurangi tingkat produksi sebesar 1,2 juta barel per hari dimulai pada bulan Januari 2017.

“Selain itu, negara-negara Non OPEC seperti Rusia, Meksiko dan Oman pun sepakat untuk mengurangi produksi sebesar 558 ribu barel per hari di bulan Januari 2017,” tulis laporan tersebut.

Untuk bulan Januai 2017, harga diperkirakan terus menguat karena negara-negara OPEC dan Non-OPEC akan mengurangi tingkat produksi sesuai kesepakatan. Tidak hanya itu, harga juga akan terdorong naik karena meningkatnya permintaan minyak mentah global di tahun 2017 dan terus berlanjutnya ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah.

Namun, harga bisa saja kembali memperlemah karena dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya adalah bertambahnya jumlah pengoperasian rig secara global, beroperasinya reaktor nuklir baru di Korea, dan menguatnya nilai tukar Dollar AS dibandingkan mata uang dunia lainnya.

Sepanjang Januari 2017, harga rata-rata minyak mentah Indonesia berkisar antara US$ 51,00 – 55,00 per barel, harga rata-rata WTI (Nymex) berkisar antara US$ 52,00 – 56,00 per barel, dan harga rata-rata Brent (ICE) berkisar antara US$ 54,00 – 58,00 per barel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *