Jakarta, Petrominer – Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan, Mulyanto, mendesak PT PLN (Persero) bersinergi dengan PT PGN Tbk. untuk membangun infrastruktur dan menyediakan pasokan LNG ke 52 pembangkit listrik PLN, yang selama ini menggunakan energi fosil yang diimpor.
“Sinergi tersebut perlu dilakukan agar PLN dapat menghemat biaya produksi listrik sebesar Rp 1,9 triliun per tahun. Sehingga harga listrik, terutama bagi golongan pelanggan rumah tangga tidak mampu 900 volt ampere (VA), bisa jadi lebih murah,” ujar Mulyanto, Senin (24/2).
Anggota Komisi VII DPR ini menilai, kerjasama PLN dengan PGN saat ini kurang maksimal. Pasalnya, masing-masing BUMN energi tersebut masih berjalan sendiri-sendiri, sehingga tidak tercipta sinergi yang menguntungkan bagi masyarakat.
Menurut Mulyanto, kerjasama PLN dan PGN dalam hal pembangunan infrastruktur dan penyediaan pasokan LNG sebagai bahan baku produksi listrik PLN seharusnya dilakukan sejak lama. Apalagi, Mengingat harga LNG sangat murah dan lebih ramah lingkungan.
“Ini merupakan langkah sangat strategis, karena akan mengurangi defisit transaksi perdagangan migas, menghemat devisa untuk pembayaran impor dan sekaligus akan merelaksasi kondisi keuangan PLN. Dan ujungnya masyarakat diuntungkan dengan harga listrik yang murah, alias tidak naik,” tegasnya.
Karena itulah, Pemerintah harus menjaga program sinergi PLN dan PGN ini secara konsisten. Bahkan program ini harus terus diperluas dan dikembangkan untuk titik-titik pembangkit PLN lain yang masih menggunakan bahan bakar fosil.
Mulyanto juga menyatakan bahwa untuk mewujudkan rencana strategis tersebut, PLN harus proaktif membuka komunikasi dengan PGN dan Kementerian ESDM. PLN harus berperan sebagai pihak paling berkepentingan terciptanya infrastruktur jaringan gas ini.
“Dengan program ini, maka upaya mewujudkan listrik murah bagi rakyat menjadi sangat mungkin terlaksana,” ungkapnya.









Tinggalkan Balasan