Medan, Petrominer – PT PLN (Persero) menambah pasokan listrik sebesar 10,6 Megawatt (MW) dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT) untuk memperkuat pasokan listrik di Sumatera. Ini merupakan bagian dari upaya menggenjot pemanfaatan EBT.
“Kami komitmen untuk terus mendorong penggunaan EBT dalam memperkuat pasokan listrik, khususnya di Sumatera Utara. Upaya yang dilakukan salah satunya sinergi dengan pihak swasta,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara (UIW Sumut), Irwansyah Putra, Jum’at (17/1).
Irwansyah menyebutkan, tambahan pasokan tersebut terealisasi melalui penandatanganan perjanjian Commercial Operation Date (COD) antara PLN dengan tiga pembangkit listrik swasta/Independent Power Producer (IPP) dan kelebihan daya listrik (excess power) dari dua perusahaan di Sumatera Utara. Kesepakatan itu ditandatangani di Kantor PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara (UIW Sumut), Kamis lalu (16/1).
Adapun tiga pembangkit IPP yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Bakal Semarak berkapasitas 5 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Kwala Sawit berkapasitas 1 MW, PLTBg Pagar Merbau berkapasitas 0,8 MW. Sementara excess power didapatkan dari PLTBg Ukindo berkapasitas 0,8 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Victorindo Alam Lestari (VAL) berkapasitas 3 MW.
Kepala Sub Direktorat Penyiapan Program Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Trois Dilisusendi, memberikan apresiasi kepada PLN atas sinergi yang dilakukan dengan berbagai pihak untuk terus meningkatkan penggunaan EBT.
“Ini kejutan luar biasa di awal tahun, penggunaan EBT terus meningkat. Terima kasih atas sinerginya,” ucap Trois.
Seluruh upaya tersebut merupakan usaha PLN mencapai target bauran energi EBT 23 persen pada tahun 2025, seperti tertuang dalam RUPTL 2019-2028.









Tinggalkan Balasan