Jakarta, Petrominer – Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengapresiasi kesiapan anak perusahaan yang mengoperasikan pembangkit dalam memproduksi listrik bagi masyarakat. Darmawan juga memuji para personil di pembangkit yang telah siaga baik sisi logistik, mental hingga strategi yang akan dijalankan ketika keadaan darurat.
Hal itu disampaikan Darmawan ketika melakukan inspeksi mendadak ke PLTGU Muara Karang dan PLTGU Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (28/12). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kehandalan pasokan listrik saat liburan Natal dan Tahun Baru.
Kedua pembangkit besar di Jakarta tersebut dioperasikan oleh anak perusahaan PLN, yakni PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) untuk PLTGU Muara Karang dan PT Indonesia Power (IP) untuk PLTGU Tanjung Priok.
“Pertama kunjungan ke sini untuk kesiapan tahun baru. Tadi PJB menyampaikan, stok BBM, batubara dan gas semua aman untuk energi primernya. Tadi juga dipaparkan kesiapan personelnya, skenario apa yang akan dijalankan dan akan dihadapi, semua personelnya siap. Sehingga saya sebagai Wadirut PLN sangat mengapresiasi kesiapan tim PJB yang saya melihatnya bukan lagi reaktif tapi prediktif,” jelasnya.
Menurut Darmawan, kesiapan anak perusahaan yang mengoperasikan pembangkit ini cukup detail dalam memproduksi listrik bagi masyarakat. Bahkan, setiap personel pembangkitan telah siaga baik sisi logistik, mental hingga strategi yang akan dijalankan ketika keadaan darurat.
“Salah satu pesan pak Dirut, PLN itu harus berorientasi pada pelayanan, untuk itu perlu ditingkatkan kualitas pelayanan kita. Bukan hanya dari sudut pandang bagaimana meng-aproach customer tapi juga bagaimana meningkatkan sistem pelayanan yang lebih baik,” tegasnya.
Pada malam pergantian tahun nanti, sistem Jawa Bali diperkirakan tidak jauh berbeda dengan malam Natal. Artinya cadangan bertambah karena rata-rata beban puncak turun hingga 15 persen. Sehingga kalau dilihat dari cadangan daya atas 22 sistem besar se-Indonesia, dalam status aman.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PJB, Iwan Agung, mengatakan pihaknya siap memasok listrik untuk kesiagaan Natal dan Tahun Baru. Bahkan, PJB telah menggandeng TNI/Polri dengan membuat posko pengamanan di beberapa titik. Selain itu, PJB juga memastikan stok energi primer terpenuhi untuk beberapa waktu ke depan.
“Kesiapan suplai gas mencukupi. Baik untuk PLTGU Muara Karang, Muara Tawar maupun Gresik. BBM juga, kami siap stok untuk 4-11 hari. Lalu stok batubara juga siap untuk 23 hari,” jelas Iwan.
Sementara Direktur Utama Indonesia Power, M. Ahsin Sidqi, mengatakan PLTGU Tanjung Priok dengan kapasitas 2.830 megawatt (MW) merupakan salah satu unit pembangkit yang dioperasikannya. Indonesia Power memiliki pembangkit listrik sendiri dengan kapasitas hingga 8.700 MW. Anak perusahaan PLN ini juga mengoperasikan dan memelihara pembangkit milik PLN lainnya hingga kapasitas 7.150 MW, dan rencana pengembangan proyek pembangkit mencapai 5.600 ribu MW.
Terkiat kesiapan pasokan listrik untuk Natal dan Tahun Baru, Ahsin menegaskan bahwa pihaknya telah bersiaga mulai 18 Desember 2019 lalu hingga 8 Januari 2020 nanti. Dia memastikan, unit pembangkit yang dioperasikannya tidak diagendakan untuk pemeliharaan. Total kapasitas unit pembangkit yang disiagakan untuk Natal dan Tahun Baru mencapai 2.706 MW.
“Periode siaga Natal dan Tahun itu dari 18 Desember 2019 hingga 8 Januari 2020. Kapasitas unit pembangkit yang kami siagakan 2.706 MW, pasokan gasnya siap sebesar 96 BBTUD dari PGN dan 250 BBUTD dari Nusantara Regas. Lalu untuk BBM, kita siapkan sebanyak 13 ribu kiloliter atau cukup untuk 9 hari operasi,” jelasnya.









Tinggalkan Balasan