Jakarta, Petrominer – Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, PT PLN (Persero) terus berupaya maksimal menormalkan aliran listrik kepada para pelanggan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini pun menjanjikan kompensasi bagi pelanggan yang terkena pemadaman.
“Kami bekerja semaksimal mungkin untuk penormalan seluruh pembangkit dan transmisi yang mengalami gangguan. Saat ini, sejumlah pembangkit listrik sudah mulai masuk sistem mencapai 9.194 MW,” ungkap Plt Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani, usai menemui Presiden di Kantor Pusat PLN, Senin pagi (5/8).
Sementara itu, terkait pemadaman yang terjadi di sejumlah wilayah, PLN akan memberikan kompensasi sesuai deklarasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP), dengan Indikator Lama Gangguan.
Dalam kesempatan itu, sekali lagi, Sripeni menyampaikan permohonan maaf untuk pemadaman yang terjadi. Selain proses penormalan sistem, jelasnya, PLN juga sedang menghitung kompensasi bagi para konsumen. Besaran kompensasi yang diterima dapat dilihat pada tagihan rekening atau bukti pembelian token untuk konsumen prabayar.
“Saat ini, PLN sedang menghitung besaran kompensasi yang akan diberikan kepada konsumen,” jelas Sripeni.
Kompensasi akan diberikan sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment. Sementara untuk golongan tarif yang tidak dikenakan penyesesuaian tarif tenaga listrik (Non Adjustment), diberi kompensasi sebesar 20 persen dari biaya beban atau rekening minimum. Penerapan ini diberlakukan untuk rekening bulan berikutnya.
Khusus untuk prabayar, pengurangan tagihan disetarakan dengan pengurangan tagihan untuk tarif listrik reguler. Pemberian kompensasi akan diberikan pada saat pelanggan memberi token berikutnya (prabayar).
Khusus untuk pelanggan premium, PLN akan memberikan kompensasi sesuai Service level Agreement (SLA) yang telah ditandatangani bersama.
Untuk perkembangan terkini, hingga Senin siang pukul 12.00 WIB, pembangkit yang sudah menyala saat ini yakni PLTU Suralaya 3 dan 8, Pembangkit Priok Blok 1-4, PEmbangkit Cilegon, Pembangkit Muara Karang, PLTP Salak, PLTA Saguling, PLTA Cirata, Pembangkit Muara Tawar, Pembangkit Indramayu, Pembangkit Cikarang, PLTA Jatiluhur, PLTP Jabar, serta total 23 Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) telah beroperasi.









Tinggalkan Balasan