Jakarta, Petrominer – Produksi minyak dan gas bumi (migas) PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) terus meningkat. Sampai 30 Juni 2019, perusahaan migas nasional ini mencatat produksi migas sebesar 96 ribu barrel oil equivalent per day (BOEPD).
Produksi migas MedcoEnergi bisa lebih besar lagi jika memasukan kinerja Ophir yang diakuisisinya sejak Mei 2019 lalu. Total produksi menjadi 120 ribu BOEPD. Sementara biaya produksi juga berhasil ditekan menjadi US$ 9,0 per BOE.
“Hasil ini termasuk kinerja Ophir pada bulan pertama di bawah kendali MedcoEnergi. Pengintegrasian aset-aset serta organisasi Ophir berlangsung lancar dan saat ini kami terus berupaya untuk meningkatkan kombinasi portofolio MedcoEnergi dan Ophir,” ujar CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Jum’at (2/8).
Menurut Roberto, MedcoEnergi telah menyelesaikan pembelian dan penghapusan pencatatan saham Ophir Energy plc. Dengan begitu, hasil kinerja Ophir sudah bisa dikonsolidasikan sejak 1 Juni 2019. Hasil pro forma mengasumsikan hasil konsolidasi perusahaan sejak 1 Januari 2019.
“Proses integrasi Ophir berjalan sesuai dengan rencana, berfokus pada sistem, organisasi dan penyelarasan proses guna mewujudkan sinergi yang diharapkan,” jelasnya.
Sementara produksi dan nominasi dari pengembangan gas di Blok A, Aceh, masih stabil pada kisaran 52-53 BBTUPD.
Roberto menyatakan senang dengan hasil kinerja semester pertama 2019, di mana produksi yang lebih tinggi dan EBITDA yang kuat.
Hal senada juga disampaikan oleh Presiden Direktur MedcoEnergi, Hilmi Panigoro. “Saya senang melihat hasil kinerja operasional dan keuangan yang kuat. Pengintegrasian kegiatan operasi Ophir akan terus berlanjut dan menegaskan posisi Perseroan sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam terkemuka di Asia Tenggara.”
Sampai 30 Juni 2016, MedcoEnergi mencatat laba kotor sebesar US$ 347 juta. EBITDA sebesar US$ 343 juta, dengan marjin 55%. Sementara EBITDA pro forma Ophir sebesar US$ 450 juta, naik 50 persen dari tahun sebelumnya.
Segmen minyak, gas dan ketenagalistrikan menghasilkan laba bersih sebesar US$ 136 juta, dengan laba bersih konsolidasi mencapai US$ 28 juta. Sementara dengan pro forma Ophir tercatat sebesar US$ 41 juta.
Pinjaman Ophir sebesar US$ 355 juta sudah dibayar bulan Juni lalu dan dilanjuti dengan pembayaran sebesar US$ 105 juta pada awal Juli. Hingga akhir Juni, rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 3,9x (3,6x tanpa Medco Power), pro forma Ophir adalah 3,0x (2,7x tanpa Medco Power).
“Seluruh pinjaman pembayaran penuh (bullet payment) yang jatuh tempo tahun 2019 dan 2020 telah terjamin oleh dana yang ada dalam escrow account,” jelas Roberto.








Tinggalkan Balasan