Labuan Bajo, Petrominer – PT PLN (Persero) terus berupaya memperluas akses listrik, khususnya masyarakat yang tinggal di daerah yang tidak terjangkau instalasi listrik PLN. Salah satunya adalah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal.
“Pemanfaatan PLTS ini juga menjadi bagian dari upaya PLN untuk meningkatkan Rasio Elektrifikasi di pulau terpencil,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, Ignatius Rendroyoko, Senin (22/7).
Rendroyoko menjelaskan, sumber pembangkit listrik ini menunjukan PLN hadir melayani hingga pelosok negeri. Program ini sekaligus upaya percepatan program peningkatan Rasio Elektrifikasi (RE), serta peningkatan pembangunan pembangkit lisrik EBT (Energi Baru Terbarukan).
Menurutnya, PLN tengah menyiapkan suplai listrik di sejumlah pulau terpencil. Di Kabupaten Manggarai Barat, terdapat empat titik yang disiapkan yakni untuk Kecamatan Komodo, pertama Desa Seraya Maranu (Pulau Seraya Besar), lalu Desa Papagarang (Pulau Papagarang ), Desa Pasir putih (Pulu Messa ) dan Desa Batu Tiga (Pulau Boleng) di Kecamatan Boleng.
“Saat ini, PLTS Komunal 190kWp sudah bisa dialirkan untuk 162 KK di desa Seraya Maranu Pulau Seraya Besar. Sementara lainnya masih dalam proses pembangunan,” jelas Rendroyoko.
Suplai listrik di pulau-pulau tersebut menggunakan PLTS, yang terdiri dari sel fotovoltaik tenaga surya, Inverter PV, Inverter bidirectional dan Baterai. Fasilitas ini akan beroperasi 24 jam, semua material diangkut dengan kapal melalui laut dari Jakarta – Labuan Bajo dan lanjut ke Pulau Seraya.
“kehadiran PLTS komunal ini untuk mempercepat melayani listrik di desa yang belum berlistrik atau di kepulauan/terisolir dan nantinya meteran yang dipakai masyarakat adalah kWh Limiter yang bisa digunakan semua energi merata dipakai oleh masyarakat,” ungkapnya
Rendroyoko berharap, kerinduan akan listrik warga desa sangat besar, semoga dengan adanya PLTS ini warga bisa menyambung menjadi pelanggan PLN dan bisa memanfaatkan listrik secara bijak, sehingga bisa mendorong perekonomian setempat seperti potensi resort, dan usaha perikanan bisa awetkan ikan pakai freezer.
Lihat juga: PLN Bangun PLTS Komunal 2,9 MW di NTT
Sementara itu, Kepala Desa Seraya Maranu, Sutirman, menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN. Listrik (PLN), disebutnya, sangat berperan besar dalam membantu terutama di daerah 3T khususnya Desa seraya Marannu.
“Dengan adanya listrik PLN, kedepannya penerangan dan produk masyarakat Desa bisa bersaing secara nasional dan tidak menutup kemungkinan bisa Go internasional. Saya yakin, kedepanya akan banyak UKM-UKM yang akan bermunculan dampak postif dari masuknya listrik kedesa kami, karena tehknologi dalam bentuk apapun membutuhkan listrik,” tegasnya.
Sebelumnya, PLTS di Desa Pasir putih (Pulau Rinca) dan Desa Komodo (Pulau Komodo) sudah berhasil dinyalakan pada januari 2017 lalu. Aparat desa kepulauan lainnya terlihat aktif untuk menjalin komunikasi terkait pelayanan listrik di desanya, mulai dari proses survey pembebasan tanah untuk lokasi pembanguann PLTS sampai listrik menyala.
Diketahui selama ini masyarakat harus beli BBM (bahan bakar minyak) 50 liter per bulan (Rp 6.450 x 50 = Rp 322.500 ) untuk hidupkan genset sebulan. Itu pun nyalanya hanya jam 18.00 s/d 22.00 wita malam. Sedangkan dengan token listrik cukup 100.000 sebulan dan menyala 24jam, perbandingannya 1:3,2 lebih hemat dibandingkan listrik PLN.








Tinggalkan Balasan