Sumenep, Petrominer – Malam tak lagi gelap, itulah yang dirasakan Misnati. Perempuan berusia 76 tahun yang hidup sebatang kara tersebut akhirnya bisa menikmati listrik dengan nyaman, setelah PT PLN (Persero) memberikan bantuan sambung listrik gratis.
Misnati bersyukur akhirnya sekarang bisa pakai listrik dengan nyaman dan kapan saja. Sebelummya, nenek ini mengandalkan penerangan dari listrik yang diambil atau nyantol dari Mushola dekat tempat tinggalnya.
“Matur Sakalangkong PLN, alhamdulillah akhirnya punya listrik sendiri, kalau malam tinggal ceklek langsung nyala. Dulu, saya nyantol dari mushola di belakang, kalau mau menghidupkan lampu harus pergi ke sana dulu,” ungkap nenek yang sehari-harinya bekerja jadi tukang cuci ini.
Misnati adalah satu dari 300 warga dari rumah tangga miskin dan rentan miskin di Madura yang mendapatkan bantuan listrik gratis dari PLN dalam rangkaian Peringatan HUT BUMN ke-21.
Sebelumnya, Sabtu pagi (6/4), Menteri BUMN, Rini Soemarno, didampingi Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, melakukan simbolisasi penyalaan sambung listrik gratis di sejumlah rumah warga, Kalianget, Sumenep, Jawa Timur.
Di Kabupaten Semenep sebanyak 300 KK mendapatkan bantuan listrik gratis dari PLN. Padahal ada 300 KK lebih yang masuk dalam kategori BDT belum menikmati listrik sendiri.
Dalam program ini warga memperoleh penyambungan listrik daya 450 VA secara gratis. Daya ini cukup untuk menyalakan televisi, penanak nasi, lampu dan berbagai elektronik lainnya.
“Bantuan sambung listrik gratis ini diberikan kepada sebagian besar warga yang kesulitan memperoleh listrik karena kendala finansial,” ujar Rini Soemarno.
Khusus di Jawa Timur, sebelumnya program sambung listrik gratis BUMN hadir untuk Negeri juga telah dilaksanakan di Magetan, Februari lalu. Upaya-upaya ini merupakan wujud nyata komitmen PLN agar listrik dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat di Indonesia.
Melalui program sambung listrik gratis ini, warga dapat menikmati listrik langsung dari PLN. Warga dapat melakukan penghematan untuk pengeluaran setiap bulannya. Program ini pun diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi warga.
“Pemasangan listrik gratis ini tentunya meringankan warga yang sebelumnya ketika masih nyantol mereka harus membayar 40 ribu – 50 ribu untuk 3 bola lampu saja, tapi sekarang dengan pasang listrik sendiri warga cukup membayar 20 ribu – 30 ribu untuk lampu dan peralatan listrik lainnya tanpa takut ngejepret (putus listrik),” ujar Sofyan.








Tinggalkan Balasan