Jakarta, Petrominer – Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengalokasikan mayoritas anggarannya untuk belanja publik fisik. Alokasi ini tentunya agar pemanfaatannya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.
Untuk tahun 2019, Ditjen Migas mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 1.171,37 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 980,34 miliar atau 83,69 persen digunakan untuk belanja publik fisik yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Angka ini hampir sama dengan alokasi belanja publik fisik dalam tahun anggaran 2018, yang mencapai 84,6 persen atau Rp 1,7 triliun dari total anggaran Ditjen Migas.
“Anggaran Ditjen Migas tahun 2019 sebesar Rp 1.171,37 miliar ini lebih kecil dibandingkan tahun 2018. Penurunan ini sejalan dengan turunnya anggaran Kementerian ESDM yang tahun ini ditetapkan Rp 4,99 triliun dari sebelumnya Rp 6,5 triliun tahun 2018,” ujar Dirjen Migas, Djoko Siswanto, dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (16/1).
Selain untuk belanja publik fisik, jelas Djoko, alokasi lainnya adalah untuk belanja aparatur dan belanja publik non fisik. Untuk belanja aparatur dipatok sebesar Rp 145,41 miliar atau 12,41 persen dan belanja publik non fisik Rp 45,62 miliar atau 3,88 persen.

Belanja aparatur merupakan segala aktivitas yang manfaatnya tidak dirasakan secara langsung oleh publik/stakeholder. Antara lain pembayaran gaji dan operasional kantor. Sementara belanja publik non fisik adalah segala aktivitas yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh publik/stakeholder, seperti pengawasan, rekonsiliasi data, dan penyusunan peraturan perundangan.
Untuk belanja publik fisik, manfaat segala aktivitasnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Ada empat kegiatan utama dalam alokasi anggaran ini, yakni pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) di 18 lokasi, konversi BBM ke Bahan Bakar Gas untuk nelayan di 36 lokasi, konversi BBM ke Bahan Bakar Gas untuk petani di 5 lokasi, dan review FEED-DEDC pembangunan jargas di 15 lokasi sebesar.










Tinggalkan Balasan