,

Harga Batubara Rendah, Kinerja PTBA Tak Terpengaruh

Posted by

Jakarta, Petrominer — Harga batubara yang terus melorot dalam beberapa tahun terakhir tidak mempengaruhi kinerja PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Pasalnya, sepanjang tahun 2014 lalu, BUMN itu masih membukukan penjualan yang signifikan.

Dalam laporan keuangan yang dilansir baru-baru ini, disebutkan dalam periode 9 bulan pertama 2014, penjualan batubara PTBA naik menjadi Rp 9,66 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 8,12 triliun. Naiknya penjualan tersebut mendorong laba komprehensif periode berjalan dalam 9 bulan pertama 2014 juga ikut naik menjadi Rp 1,608 triliun atau lebih tinggi sekitar 30,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,303 triliun.

PTBA berhasil menekan beban pokok penjualan dari Rp 6,59 triliun di periode sembilan bulan pertama 2013, menjadi Rp 5,74 triliun di periode yang sama tahun 2014. Laba bersih per saham dasar yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk juga terdorong naik dari Rp 568 ke Rp 728.

Salah satu strategi bisnis yang dilakukan PTBA adalah dengan mengalihkan pasar dari semula ke Tiongkok yang menjadi tujuan utama ekspor dialihkan ke India, Vietnam, Jepang, Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Taiwan. Ekspor ke Tiongkok lesu, tapi ada peningkatan permintaan dari India. Sekarang yang besar ke Vietnam, Jepang, Malaysia, dan India.

“Kita harapkan menjadi pengalihan penurunan permintaan dari Tiongkok,” paparnya.

Milawarma menyebutkan, mulai 2013 yang lalu porsi ekspor batubara ke Tiongkok mulai menurun seiring perlambatan perekonomian di Negeri Tirai Bambu tersebut. Sebelumnya, porsi ekspor ke Tiongkok mencapai 10-12% per tahun dari total produksi perseroan. Semenjak 2013-2014 ekspor ke Tiongkok turun, yang meningkat Vietnam.

Lebih jauh dia menyebutkan, harga jual batubara milik PTBA untuk kalori rendah dipatok Rp 650.000/ton. Batubara kalori rendah ini biasanya dipasok untuk kebutuhan dalam negeri. Harga batubara PTBA bervariasi karena produknya ada 7, tergantung brand. Paling rendah kualitas 5.000 atau BA 59, itu digunakan untuk pasokan domestik karena PLTU domestik didesain untuk kalori 5.000,jelasnya.

Sementara batubara berkalori tinggi dipasok untuk pasar ekspor. Harga rata-rata batubara ini disesuaikan dengan indeks harga dunia. Saat ini, PTBA menjual batubara berkalori tinggi dengan harga rata-rata Rp 700.000/ton.

“Tertinggi itu jenis BA 70-76, itu untuk ekspor. Harga nggak pasti, tergantung indeks batubara dunia. Indeks saat ini US$ 63/ton, itu kalori 6.300. Harga jual rata-rata PTBA sekitar di atas Rp 700.000 ribu, mix yang 70-76 kalori. Ada yang dijual di mulut tambang dan pelabuhan, itu mix untuk semua kalori. Jadi blended,” papar Milawarma.

Sementara itu, harga jual batubara di pasar internasional belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Dari data Kementerian ESDM Harga Batubara Acuan (HBA) untuk penjualan langsung (spot) yang berlaku tanggal 1 Januari 2015 hingga 31 Januari 2015 pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB vessel) adalah US$ 63,84/Ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *