Jakarta, Petrominer – Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, mengakui bahwa program Berkah Energi yang sedang digelar PT Pertamina (Persero) sangat efektif membangun perilaku masyarakat. Terutama, mendorong konsumen untuk membeli produk unggulan, seperti bahan bakar minyak (BBM), LPG dan pelumas yang lebih berkualitas.
“Efektif. Dan kecil kemungkinan konsumen yang sudah bermigrasi ke Pertalite atau Pertamax series akan membeli lagi BBM dengan oktan rendah,” kata Rhenald, Kamis (4/10).
Efektivitas program tersebut, jelasnya, karena perilaku yang terbangun akan membuat konsumen memahami manfaat produk berkualitas. Dengan demikian, ketika mempergunakan BBM dengan oktan tinggi misalnya, konsumen tersebut bisa merasakan manfaatnya bagi kendaraan yang mereka pergunakan.
Begitu pula ketika menggunakan LPG 12 kg atau Bright Gas, masyarakat sadar bahwa memang produk tersebut yang sesuai dengan peruntukan mereka dan tidak menyalahi hak kalangan tidak mampu.
“Hanya saja, agar semakin efektif maka harus dibarengi dengan ‘hukuman’. Misalnya dengan mengurangi pelayanan SPBU di jalur BBM oktan rendah,” kata Rhenald.
Strategi membangun perilaku semacam itu, jelasnya, pernah dilakukan BCA. Bedanya, kalau program Berkah Energi Pertamina dilakukan dengan memberikan insentif, maka yang dilakukan bank swasta tersebut adalah dengan memberi ‘hukuman’. Ketika itu, untuk mengurangi antrean nasabah di depan counter teller, BCA memberlakukan biaya tambahan pelayanan. Dengan demikian, masyarakat kemudian berpindah ke pelayanan ATM dan bahkan kemudian ke internet banking serta mobile banking.
Menurut Rhenald terobosan itu sendiri memang selayaknya diapresiasi. Sebab selama ini masyarakat seolah-olah dimanjakan dengan harga migas yang murah. Padahal, produk yang lebih murah tersebut, sebenarnya diperuntukkan bagi kalangan tidak mampu.
“Apalagi migas juga merupakan barang impor, sehingga masyarakat seharusnya menyadari bahwa produk migas merupakan barang mewah. Dan kalau sudah merupakan barang mewah maka perilaku masyarakat juga harus dibangun,” tegasnya.
Program Berkah Energi Pertamina yang berlaku serentak di seluruh Indonesia sejak 9 Agustus 2018 hingga 31 Juli 2019 mendatang. Program ini diyakini telah meningkatkan konsumsi BBM berkualitas. Di Maluku misalnya, konsumsi Pertalite meningkat hingga 16 persen. Sedangkan di Papua, Pertamax melonjak hingga 31 persen. Bahkan di Maluku Utara, Dexlite meningkat sampai 93 persen.
Cara mengkuti program ini, masyarakat harus mengunduh aplikasi My Pertamina melalui Google Play atau App Store dan kemudian melakukan registrasi. Melalui program ini pula, konsumen yang membeli produk unggulan yaitu Pertamax series, Dex series, Pelumas Enduro series dan Fastron series, serta Bright Gas dan LPG 12 kg, berkesempatan memperoleh hadiah sangat menarik. Di antaranya paket umroh, Mercedes Benz Cabriolet, Harley Davidson Softail, Kijang Innova Diesel, dan Yamaha N-Max.









Tinggalkan Balasan