, ,

Produsen Kabel Minta Keringanan Bea Impor Bahan Baku

Posted by

Jakarta, Petrominer – Pemerintah diminta untuk memberikan keringanan bea masuk bahan baku impor kabel, yang belum mampu diproduksi di dalam negeri. Kebijakan ini diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan pabrik kabel dalam negeri.

Demikian disampaikan Presiden Direktur PT Sucaco Tbk. Bayu A. Soepono dalam jumpa pers usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Sucaco, Selasa (8/5).

Bayu memaparkan, harga bahan baku kabel ini sangat sering bergejolak. Karena itu, tidaklah heran, menguatnya kurs dolar AS terhadap rupiah sangat mempengaruhi kinerja perusahaan.

Menurutnya, para produsen kabel sangat bergantung pada impor bahan baku tersebut. Pasalnya, bahan baku itu belum bisa diproduksi di dalam negeri. Dengan begitu, harga sangatlah dipengaruhi oleh nilai tukar dolar AS.

Contohnya di tahun 2016, harga bahan baku tembaga hanya US$ 4.863 perMT, namun di tahun 2017 naik menjadi US$ 6.164 perMT. Sedangkan harga jual Aluminium naik 23 persen dari sebelumnya US$ 1.604 menjadi US$ 1.968 perMT. Kenaikan haga bahan baku ini dirasakan cukup berat juga bagi Sucaco.

Apalagi, jelas Bayu, saat ini cukup banyak investor yang menanamkan modalnya di bidang industri kabel, sehingga menjadikan persaingan harga di dalam negeri sangat ketat. Akibatnya margin profit juga menjadi tipis, mengingat semua produsen berlomba-lomba memberikan penawaran harga yang paling kompetitif.

Meski begitu, dia menyatakan pasar kabel di dalam negeri juga cukup besar mengingat adanya program listrik 35.000-megawatt (MW) yang tengah dijalankan oleh Pemerintah dan PT PLN (Persero).

Berbicara mengenai kinerja Sucaco tahun 2017, Bayu mengakui cukup moderat. Total penjualan mencapai Rp 4,4 triliun dengan laba bersih Rp 269,3 miliar. Dari laba bersih tersebut, para pemegang saham Sucaco telah menyetujui pembagian dividen Rp 300 per lembar saham.

“Proyek pembangunan jaringan listrik oleh PLN cukup besar peranannya pada kinerja perseroan,” katanya sambil meyakinkan para pemilik saham perusahaan kabel terbesar di Indonesia tersebut.

Untuk tahun 2018 ini, Sucaco berencana melakukan tambahan investasi (Capital Expenditure/Capex) senilai Rp 40 miliar guna memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang.

Mengenai peluang ekspor, Bayu menegaskan bahwa pihaknya masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan lokal yang pertumbuhannya cukup besar. Permintaan datang dari banyaknya proyek yang sedang berlangsung di Indonesia, meliputi pembangunan jalan dan jembatan termasuk terowongan, bandar udara, dermaga dan pelabuhan, perumahan, industri, perkantoran dan proyek infrastruktur lainnya. yang secara keseluruhannya dilengkapi dengan jaringan listrik.

“Selain itu masih ada juga pembangunan kabel untuk mendukung pengerjaan, baik di bidang kabel untuk bangunan, instrumen, enamel, termasuk juga serat optik dan kabel yang mendukung pengembangan bidang telekomunikasi dan informasi di abad digital saat ini,” paparnya.

(Kiri ke kanan) Direktur Komersil Leni Roselini, Presiden Direktur Bayu Soepomo, Direktur Komersil Sani Iskandar, dan Direktur Keuangan Nicodemus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *