, ,

3 SPBU Layani BBM Satu Harga di Talaud

Posted by

Jakarta, Petrominer – Pemerintah berkomitmen menyediakan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), bagi masyarakat di wilayah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal), termasuk ke pulau terdepan yang menjadi beranda Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui program BBM Satu Harga.

Tiga lembaga penyalur BBM Satu Harga baru saja diresmikan di Kabupaten Kepulauan Talaud. Ketiga SPBU tersebut terletak di Kecamatan Essang, Kecamatan Nanusa dan Kecamatan Miangas. Ini merupakan bagian dari 133 lembaga penyalur BBM yang telah beroperasi sejak dimulainya Program BBM Satu Harga pada tahun 2017 lalu.

“Pendirian SPBU ini diharapkan akan membawa dampak positif bagi perekonomian serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, usai meresmikan ketiga SPBU tersebut secara simbolis di SPBU Kompak 76.958.10, Sabtu (30/3).

Dalam acara peresmian SPBU Kompak tersebut, Djoko didampingi oleh Retail Fuel Marketing (RFM) Manajer MOR VII PT Pertamina (Persero), I Ketut Permadi Aryakuumara, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alex Sahadula, dan jajaran TNI dan Polri, serta tokoh masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud.

“Alhamdulillah pada hari ini, masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud bisa mendapatkan pasokan BBM dengan harga sesuai yang ditetapkan Pemerintah, Premium Rp 6.450 per liter dan Solar Rp 5.150 per liter. Hal ini tidak lepas berkat dukungan Pemerintah Daerah, TNI dan Polri, serta stakeholders terkait,” ujarnya.

Sebelum dibangun lembaga penyalur di ketiga lokasi tersebut, warga harus membeli BBM jenis Solar dengan harga Rp 10.000 hingga 15.000 dan BBM Premium dengan harga Rp 15.000 hingga Rp 20.000.

Kepulauan Talaud merupakan salah satu daerah terdepan di Indonesia. Miangas khususnya, merupakan pulau terluar yang berbatasan dengan Mindanao, Filipina. Jaraknya lebih dekat ke Davao (48 mil laut) dibandingkan ke Melonguane (110 mil laut). Oleh karena itu, Pemerintah menugaskan PT Pertamina (Persero) untuk mendirikan lima lembaga penyalur BBM Satu harga di Kepulauan Talaud, yaitu di Melonguane, Kabaruan, Essang, Miangas, dan Nanusa.

Menurut Ketut Permadi, ketiga SPBU Kompak yang diresmikan itu telah uji coba operasi sejak akhir tahun 2018 lalu. Kebutuhan BBM di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2018 rata-rata mencapai 247 kilo liter (KL) per bulan.

“Adanya SPBU Kompak ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan BBM serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Talaud,” paparnya.

Supply point SPBU di Kepulauan Talaud adalah TBBM Bitung yang berjarak sekitar 278 mil laut dengan menggunakan SPOB kapasitas 1100 KL. Total alokasi BBM untuk SPBU Essang sebesar 20 KL/bulan, SPBU Nanusa sebesar 20 KL/bulan dan SPBU Miangas sebesar 40 KL/bulan.

“Untuk BBM tersebut kami terus melakukan pengawasan agar tidak ada penyimpangan dalam penyaluran, harapan kami Pemda dan masyarakat dapat aktif berperan agar BBM yang disalurkan tepat sasaran,” terang Ketut Permadi.

Secara nasional, sejak tahun 2017 hingga 2019 akan dibangun 170 penyalur BBM Satu Harga. Hingga saat ini, Pertamina telah membangun 124 lokasi, sementara badan usaha pendamping sebanyak 9 lokasi. Untuk tahun 2019, ditargetkan 39 Penyalur beroperasi oleh Pertamina dan 1 Penyalur beroperasi oleh badan usaha pendamping.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *