Natuna, Petrominer – PT PLN (Persero) gencar melistriki desa-desa di pulau terdepan Indonesia. Salah satunya adalah desa-desa di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk mencapai target rasio desa berlistrik di Kepri 100% pada tahun 2019 nanti.
Di Kabupaten Natuna, PLN baru saja melistriki 13 desa baru dan menambah jam nyala listrik menjadi 24 jam di enam lokasi lainnya. Nilai investasi untuk pekerjaan tersebut mencapai Rp 23 miliar.
Acara peresmian 13 desa berlistrik dan peningkatan 24 jam nyala di enam lokasi di Kabupaten Natuna tersebut dipusatkan di Desa Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga, Natuna, Selasa (29/5). Peresmian dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, Komisaris PLN Ilya Avianti, Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto dan General Manager PLN Wilayah Riau & Kepulauan Riau Irwansyah Putra.
Ke-13 desa tersebut adalah Desa Pulau Tiga/Sabang Mawang, Desa Tanjung Kumbik Utara, Desa Setumuk, Desa Selading, Desa Sabang Mawang Barat, Desa Tanjung Batang, Desa Kadur, Desa Tanjung Pala, Desa Meliah, Desa Terayak, Desa Meliah Selatan, Desa Subi Besar dan Desa Subi Timur.
Sementara enam lokasi yang ditingkatkan jam nyala listriknya adalah Pulau Laut, Pulau Serasan, Pulau Midai, Pulau Subi, Pulau Tiga dan Sistem Listrik Klarik Kec. Bungguran Utara yang berada di Pulau Natuna Besar.

Untuk mendukung kehandalan listrik tersebut, PLN juga telah mengoperasikan 16 mesin pembangkit listrik bertenaga diesel (PLTD) baru dengan total kapasitas 8.000 kilo Watt (kW). Mesin diesel berkapasitas masing-masing 500 kW tersebut ditempatkan di 6 lokasi, yakni Pulau Laut, Pulau Serasan, Pulau Midai, Pulau Subi, Pulau Legong dan Sistem Listrik Klarik di Kecamatan Bungguran Utara yang berada di Pulau Natuna Besar.
Pengoperasian ke-16 mesin itu juga bertujuan untuk menarik investor, mendukung pertahanan keamanan dan meningkatkan perekonomian warga setempat. Pasalnya, kehadiran mesin-mesin tersebut akan menambah jam operasi listrik PLN menjadi 24 jam/hari.
Wiluyo berharap infrastruktur kelistrikan di Natuna dapat mengakselerasi program-program yang sedang digulirkan pemerintah, seperti pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu di pulau-pulau; penjagaan kawasan pertahanan di Natuna; serta peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan.
“Ini dapat menjadi modal kuat bagi pemerintah untuk menarik investor, meningkatkan taraf hidup dan mencerdaskan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau perbatasan dengan China, Kamboja, Filipina, Vietnam dan Malaysia,” ujarnya.
Selain mengoperasikan mesin diesel, PLN juga membangun insfrastruktur berupa Jaringan Tegangan Menengah 20 kV (kilo Volt), Jaringan Tengangan Rendah dan trafo distribusi untuk mengalirkan energi listrik ke 13 desa dan enam lokasi baru tersebut.
Saat ini, rasio desa berlistrik di Natuna mencapai 90%. Dengan jumlah 76 desa, sebanyak 69 desa telah terlistriki hingga Mei 2018. Sistem kelistrikan Natuna dipasok dari sistem pembangkit isolated yang memiliki daya mampu sebesar 10,55 MW dengan beban puncak sebesar 5,46 MW. Hal ini membuktikan bahwa cadangan daya di Natuna aman dengan adanya surplus daya sebesar 5,09 MW.
Provinsi Kepulauan Riau memiliki lima kabupaten, dua kotamadya, 66 kecamatan dengan jumlah desa sebanyak 416 desa. Saat ini, rasio desa berlistrik di Kepri mencapai 80,77% dimana sejumlah 336 desa telah terlistriki. Rencananya dalam tahun 2018-2019, 80 desa di Kepri akan segera dilistriki PLN.









Tinggalkan Balasan