Jakarta, Petrominer — PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) akan melakukan 1 pemboran sumur eksplorasi pada tahun 2017 nanti. Ini merupakan bagian dari komitmen tahun pertamanya setelah kontrak pengelolaan blok OWNJ diperpanjang hingga 20 tahun mendatang.
“Tahun depan, kami akan melakukan satu pemboran sumur eksplorasi,” ujar President/GM PHE ONWJ, Irwansyah, di sela-sela acara buka puasa bersama wartawan, Selasa malam (21/6).
Selain pengeboran eksplorasi, ujar Irwansyah, PHE ONWJ selaku operator blok ONWJ juga akan melakukan 6 pemboran sumur pengembangan. Sehingga total akan ada 7 sumur yang dibor. Ini merupakan bagian dari komitmen tahun pertama PHE ONWJ yang dituangkan dalam kontrak perpanjangan blok ONWJ akhir tahun 2015 lalu.
Kontrak pengelolaan blok ONWJ akan berakhir pada 19 Januari 2017 mendatang. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2004 tentang Kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi, yang kemudian diubah dengan PP Nomor 55 tahun 2009, Pemerintah melalui Menteri ESDM pada 2014 menyetujui perpanjangan kontrak tersebut. Kontrak pengelolaan hingga tahun 2037 mendatang pun telah ditandatangani pada 29 Desember 2015.
Irwansyah menjelaskan, dalam kontrak baru itu, komposisi participating interest (PI) berubah dan Pertamina tetap menjadi mayoritas. Saat ini, komposisi PI di Blok ONWJ adalah PHE ONWJ (operator) sebesar 58,28 persen, Energi Mega Persada ONWJ Ltd. 36,72 persen, dan KUFPEC Indonesia (ONWJ), B.V. 5 persen.
“Dengan perpanjangan kontrak tersebut, maka komposisi PI pasca 19 Januari 2017 berubah menjadi PHE ONWJ 73,5 persen, EMP 24 persen, dan KUFPEC 2,5 persen,” paparnya.
Tahun 2015 lalu, PHE ONWJ berhasil membukukan produksi minyak sebesar 40 ribu barel per hari. Kinerja ini telah memenuhi target yang ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan produksi gas PHE ONWJ tahun 2015 mencapai 178 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) melampaui target WP&B 2015 sebesar 175 MMSCFD.
Pencapaian produksi ini merupakan hasil positif yang didapat melalui realisasi berbagai rencana kerja seperti pemboran, workover/kerja ulang, wellservice/perawatan sumur migas dan pengembangan lapangan GG serta perbaikan dan perawatan fasilitas produksi yang dilakukan oleh PHE ONWJ.
“Mempertahankan level produksi 40 ribu barel per hari di tahun 2015 bukan pekerjaan mudah di tengah kondisi harga minyak dunia yang rendah. Namun, dengan kompetensi pekerja dan kehandalan fasilitas produksi yang kami operasikan, kami mampu menjawab tantangan target produksi 2015,” ujar Irwansyah.








Tinggalkan Balasan