Surabaya, Petrominer – PT PLN (Persero) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off grid di 16 lokasi di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kehadiran PLTS ini diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
Rencana pembangunan PLTS ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama pembangunan yang dilakukan General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Lasiran, dengan Direktur Utama PT Rekadaya Elektrika, Jonner MP Pardosi, pada Selasa (4/10) lalu.
“Semoga pembangunan PLTS ini selesai sesuai rencana. Ada yang tahun ini, ada juga yang tahun depan, sehingga masyarakat yang berada di kepulauan bisa segera menikmati listrik dan mampu meningkatkan taraf hidup di sana,” ungkap Lasiran, Sabtu (8/10).
Dia berharap agar proses pembangunan PLTS off grid maupun jaringan listrik berjalan lancar tanpa kendala. Dengan begitu, kehadiran PLN dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat.
Pembangkit ramah lingkungan ini rencananya akan dibangun tersebar di 16 lokasi. Di antaranya Bulumanuk, Bunginnyarat, Gili labak, Karamian, Pajangan, Sadulang Kecil, Sapapan, Saredeng Besar, Saredeng Kecil, Saseel, Saur, Sepangkur Kecil, Talango Air, Talango Tengah, Kalosot, Sitabok. Dengan total daya mencapai 975 KWp.
“Keseluruhan pulau atau dusun ini berada di Kabupaten Sumenep, memang sudah menjadi fokus kami untuk mempercepat elektrifikasi di kepulauan pasca pandemi, karena sebelumnya terkendala saat pandemi. Potensi pelanggan di 16 wilayah tersebut sebanyak 8.434 pelanggan,” jelas Lasiran.
Saat ini, masyarakat di lokasi kepulauan tersebut masih menggunakan genset yang membuat beban ekonomi masyarakat bertambah. Sesudah listrik hadir diharapkan masyarakat dapat meningkatkan produktivitasnya dan tentunya dengan harga yang terjangkau.
Secara bertahap, pembangunan jaringan listrik total 52.473 kilometer sirkuit (kms) akan dimulai tahun 2024 setelah proyek pembangunan PLTS selesai tahun 2023 depan.
Sementara Jonner Pardosi mengungkapkan bahwa penandatanganan kontrak atas pembangunan PLTS ini merupakan implementasi dari peran aktif Rekadaya Elektrika terhadap rencana Pemerintah untuk meningkatkan peran Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional, yang ditargetkan mencapai 23 persen pada tahun 2025.
“Rekadaya Elektrika sebagai satu-satunya EPC di PLN Grup siap untuk menyelesaikan amanah yang diberikan dan berkomitmen untuk menyelesaikan project tepat waktu. Sehingga semakin banyak pulau-pulau terisolasi dan terpencil yang memperoleh listrik melalui pembangkit berbasis EBT,” jelasnya.
Klebun (Kepala Desa) Sadulang, Hendro, sangat berbahagia saat mendengar PLN akan masuk ke Sadulang Kecil. Kehadiran listrik PLN ini akan mengurangi biaya yang selama ini dikeluarkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan energinya.
“Saat ini, kami menggunakan genset dan biayanya sangat mahal. Jika listrik PLN sudah masuk, kami bisa menggunakan penghematan yang didapat untuk peningkatan produktivitas warga,” ujar Hendro.








Tinggalkan Balasan