Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi,.

Jakarta, Petrominer – Ada hal menarik yang disampaikan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dalam acara seremonial alih kelola Wilayah Kerja South East Sumatra (SES) di Pabelokan, Kepulauan Seribu, Rabu malam lalu (5/9).

Selain memaparkan sejarah dan kinerja WK minyak dan gas bumi (migas) tersebut, Amien juga sempat menyebutkan sejumlah nama wanita. Sambil tersenyum, dia menyatakan penyebutan nama-nama tersebut mirip kejadian ketika istrinya sedang membacakan absensi dalam acara arisan.

“Aida, Asti, Banuwati, Cinta, East Rama, Farida, Gita, Indri, Intan, Karmila, Kartini, Kitty, Krisna, Lita, Mila, North East Intan, North Wanda, Nora, Rama, South West Wanda, South Zelda, Selatan, Sundari, Suratmi, Titi, Vita, Wanda, Widuri, Yani, Yvone dan Zelda,” sebut Amien.

Menurutnya, dari ke-31 lapangan migas itulah produksi WK SES diperoleh. Selama dua dekade, produksi migas dari lapangan-lapangan tersebut telah menghasilkan gross revenue mencapai US$ 22,7 miliar, di mana 57 persennya atau US$ 13,13 miliar menjadi penerimaan negara.

“Ketika mendengar nama-nama tadi, saya jadi ingat ketika istri saya sedang membacakan absensi dalam acara arisan,” ujar Amien.

Itulah salah satu keunikan WK SES. Meski beberapa orang sering mengatakan “apalah arti sebuah nama,” namun nama itu tidak diberikan secara sembarangan. Hal yang sama juga berlaku bagi pemberian nama untuk lapangan migas, yang biasanya dikaitkan dengan nama daerah maupun sejarah dari penemuan lapangan migas tersebut.

Seperti yang dilakukan operator wilayah kerja South East Sumatra (SES) terhadap lapangan-lapangan migasnya. Karena lokasinya yang berada di tengah laut atau offshore, maka penamaannya tidak dikaitkan dengan nama daerah maupun ciri khas daerah. Konon, penamaan lapangan migas tersebut diambil dari nama salah satu pekerjanya yang terlibat dalam kegiatan eksplorasi ketika itu, yang tentunya berjenis kelamin wanita.

Kini, WK SES telah diserahkan oleh operator lama CNOOC SES Ltd. kepada PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) sebagai operator baru. WK migas ini merupakan salah satu penghasil migas terbesar di Indonesia. Hingga Agustus 2018, tercatat produksi minyak sebesar 31.120 barel per hari (bph) dan produksi gas sebesar 137,5 juta standard kaki kubik per hari (mmscfd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here