Lembata, Petrominer – Program BBM Satu Harga yang digagas Pemerintah sejak tahun 2017 lalu tuntas sudah. Target pembangunan 170 penyalur BBM Satu Harga di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) Indonesia telah dicapai.

Beroperasinya ke-170 titik penyalur BBM Satu Harga ditandai dengan diresmikannya 13 titik penyalur BBM Satu Harga oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, Jum’at (10/11). Seremonial peresmian ke-13 penyalur BBM Satu Harga tersebut dipusatkan di SPBU Kompak 56.862.03 Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kehadiran BBM Satu Harga ini untuk memberikan akses energi yang handal dan terjangkau sebagai wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kini, di 170 titik penyalur dengan akses yang sulit dijangkau tersebut telah melayani BBM dengan harga yang sama dengan wilayah lainnya, yakni Rp 6.450 per liter untuk jenis Premium dan Rp 5.150 per liter untuk Biosolar.

Manfaat dari kebijakan BBM Satu Harga ini sangat besar. Selain mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi domestik, penghematan pengeluaran BBM yang diharapkan diikuti dengan penurunan harga sembako. BBM Satu Harga juga membawa dampak positif bagi perekonomian serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini kita meresmikan 13 titik terakhir di tahun 2019 sehingga total (dari tahun 2017-2019) sudah selesai dibangun 170 titik penyalur BBM Satu Harga. Ke depan saya sudah melaporkan kepada Bapak Presiden kalau bisa program ini bisa dilanjutkan hingga 500 titik di 2024,” ujar Jonan dalam sambutannya.

Selanjutnya, tegas Jonan, SPBU BBM Satu Harga tersebut bisa ditingkatkan menjadi SPBU komersial, yang tidak hanya melayani BBM bersubsidi. Ke depan, SPBU tersebut bisa juga melayani BBM jenis lainnya seperti Pertalite, Dexlite dan lain sebagainya.

Lokasi SPBU Kecamatan Omesuri ini dinilai sangat tepat menjadi lokasi peresmian 13 titik BBM Satu Harga penutup di tahun 2019. Pasalnya, SPBU yang langsung menghadap Teluk Bala Uring Pulau Lembata ini bisa disebut sebagai SPBU dengan pemandangan paling indah.

“Sangat tepat dipilihnya lokasi ini, SPBU ini adalah SPBU dengan pemandangan terindah,” ungkap Jonan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa melaporkan bahwa penugasan kepada BPH Migas dari tahun 2017 sampai tahun 2019 telah dibangun 170 penyalur BBM Satu Harga.

Dengan rincian 160 Penyalur dibangun oleh PT Pertamina (Persero) dan 10 Penyalur oleh PT AKR Corporindo, Tbk. Adapun sebaran 170 titik penyalur BBM Satu Harga di seluruh wilayah Indonesia yakni Sumatera 31 titik, Jawa 3 titik, Kalimantan 42 titik, Bali 2 titik, Nusa Tenggara 25 titik, Sulawesi 17 titik dan Maluku-Papua 50 titik.

Lokasi SPBU Kecamatan Omesuri ini dinilai memiliki pemandangan indah karena langsung menghadap Teluk Bala Uring di Pulau Lembata, NTT.

Ke-13 penyalur BBM Satu Harga yang diresmikan hari itu tersebar di enam provinsi, dengan rincian:

A. Provinsi NTT:
1. Kecamatan Omesuri, Kab. Lembata;
2. Kecamatan Nubatukan, Kab. Lembata;
3. Kecamatan Wolowaru, Kab. Ende;
4. Kecamatan Ruteng, Kab. Manggarai;
5. Kecamatan Kodi Utara, Kab. Sumba Barat Daya;
6. Kecamatan Alor Timur Laut, Kab. Alor;

B. Provinsi Papua Barat:
7. Kecamatan Kokoda, Kab. Sorong Selatan;
8. Kecamatan Salkma, Kab. Sorong Selatan;
9. Kecamatan Moraid, Kab. Tambrauw;

C. Provinsi NTB:
10. Kecamatan Sekotong, Kab. Lombok Barat.

D. Provinsi Kalimantan Tengah:
11. Kecamatan Delang, Kab. Lamandau;

E. Provinsi Maluku Utara:
12. Kecamatan Morotai Selatan, Kab. Pulau Morotai;

F. Provinsi Kalimantan Selatan:
13. Kecamatan Kalumpang, Kab. Hulu Sungai Selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here