Jakarta, Petrominer – Standardisasi, kecepatan proses, dan transparansi adalah salah satu kunci untuk mendapatkan efisiensi dalam pengadaan barang dan jasa di industri hulu migas. Hal inilah yang mendorong SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) melakukan pembaharuan sistem informasi Centralized Integrated Vendor Database (CIVD) 2020-2025.

Sistem informasi CIVD terbaru, dengan alamat domain http://civd.skkmigas.go.id, diluncurkan secara virtual, Rabu (23/12). Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh para pimpinan tertinggi supply chain management (SCM) KKKS.

Sebelumnya, SKK Migas selama dua hari telah melakukan sosialisasi secara virtual. Hari pertama, Selasa (22/12) kepada ribuan penyedia barang dan jasa. Dan hari kedua, Rabu (23/12) kepada KKKS. Sistem CIVD ini digunakan sebagai media sentralisasi pangkalan data KKKS untuk melakukan penilaian kualifikasi vendor secara terpusat dan terintegrasi sehingga pelaksanaan tender menjadi lebih efisien.

Menurut Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Murdo Gantoro, CIVD adalah bagian roadmap SKK Migas untuk efisiensi proses bisnis dan memperkuat integritas di industri hulu migas. Sistem CIVD sudah mulai digunakan sejak tahun 2016 dan telah dimanfaatkan oleh lebih dari 46 KKKS dengan jumlah SPDA yang telah diterbitkan sebanyak 10.861 SPDA. Sistem ini dilakukan pembaharuan setiap lima tahun, agar ini dapat dimanfaatkan sampai tahun 2025.

“SKK Migas dan KKKS merasakan betul efisiensi proses dan waktu dari penerapan sistem CIVD. Hasil dari efisiensi proses dalam pengadaan barang dan jasa di industri hulu migas adalah mendapatkan vendor yang tepat dan harga yang efisien sehingga meningkatkan kehandalan operasional dan proyek hulu migas, dan ujungnya nanti adalah penerimaan negara akan menjadi semakin optimal,” ujar Murdo.

Untuk pengelolaan CIVD periode 2020-2025, SKK Migas telah menunjuk Premier Oil Natuna Sea B.V. sebagai Koordinator Pelaksana Pengadaan dan Pengelolaan CIVD untuk periode 26 Desember 2020 sampai 25 Desember 2025. SKK Migas juga telah menunjuk Kelompok Kerja Pengembangan dan Implementasi CIVD untuk melaksanakan perencanaan, persiapan, pengawasan penyelesaian pekerjaan, dan penerapan sistem CIVD 2020-2025.

Kelompok Kerja Pengembangan dan Implementasi CIVD tersebut terdiri dari personil SKK Migas maupun KKKS untuk selanjutnya dapat bekerja sama dengan Premier Oil Natuna Sea B.V. untuk menyukseskan program ini dengan sebaik-baiknya.

“Merupakan kehormatan dan pengalaman yang berharga bagi kami seluruh KKKS yang tergabung dalam Kelompok Kerja Pengembangan CIVD dalam suatu kerja sama yang sangat harmonis dan produktif, mengingat waktu yang tersedia cukup menantang dalam kondisi pandemi saat ini. Kami yakin, kedepannya proses pengadaan barang dan jasa akan semakin efisien dengan waktu yang lebih cepat,” ujar Senior Manager SCM & Logistics Premier Oil, Hery Luthfi.

Kerja bersama antara SKK Migas dan KKKS diwujudkan pula dengan semangat kolaborasi dalam pembiayaan sistem CIVD. Tercatat 25 KKKS yang telah berkomitmen mendukung pendanaan sistem CIVD 2020-2025. Penggunaan CIVD terbuka untuk semua KKKS dan tidak terbatas untuk 25 KKKS yang telah berkontribusi dalam pendanaan pengelolaan CIVD.

Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Widi Santuso, mengatakan bahwa usaha peningkatan efisiensi yang diperoleh tidak hanya dinikmati oleh ke-25 KKKS tersebut, tapi juga dapat dinikmati oleh KKKS lainnya baik KKKS dengan Cost Recovery maupun Gross Split tanpa biaya tambahan.

“Sistem ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk KKKS maupun Penyedia Barang dan Jasa tanpa dipungut biaya. Dampak dari proses bisnis KKKS yang efisien adalah akan mendukung upaya penurunan biaya di industri hulu migas,” ujar Widi.

Beberapa pembaharuan dan enhancement pada sistem CIVD 2020-2025 antara lain pada pengisian formulir tahap registrasi dan update profile sehingga menjadi lebih user friendly dan dapat meminimalkan kesalahan pengisian data. Sistem ini juga dilengkapi fitur database dokumen pendukung perusahaan dimana perusahaan dapat mengunggah brosur, sertifikat ISO yang dimiliki, serta informasi profil perusahaan lainnya yang dapat digunakan oleh KKKS untuk keperluan Market Intelligence, dan juga fitur Financial Due Dilligence untuk mempermudah evaluasi kemampuan finansial Penyedia Barang dan Jasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here