Direktur Logistik Supply Chain Pertamina Mulyono didampingi Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC Fathema Djan Rachmat saat melihat langsung perkembangan pembangunan RS Modular Tanggap Darurat Covid-19 di Tanjung Duren, Jakarta. Rabu (28/7).

Jakarta, Petrominer – Ini salah satu realisasi atas komitmen PT Pertamina (Persero) mendukung Pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. Sukses dengan RS Modular Simpruk, Pertamina kini sedang mempercepat pembangunan Rumah Sakit Modular Rujukan Covid-19 di Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Pembangunan RS modular tersebut dimulai sejak 9 Juli 2021 lalu. Saat ini, proyek mencapai kemajuan signifikan hingga 65 persen. Hal ini terlihat dengan penyelesaian pemasangan sandwich panel, atap hingga interior Gedung yang akan menjadi ruang IGD ICU.

Demikian pula dengan Gedung untuk ICU VIP yang telah selesai dengan pemasangan modular, atap dan interior. Sementara untuk gedung lainnya yang akan diperuntukkan sebagai ruang IGD Non ICU dan ruang Non ICU sedang tahap pengerjaan sandwich panel, modular, atap, dan interior.

“Progress pembangunan signifikan, sejumlah fasilitas sudah selesai dan kita berharap bisa segera beroperasi di bulan Agustus 2021 untuk melayani masyarakat yang terpapar Covid-19 dan membutuhkan perawatan intensif,” jelas Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Mulyono, usai meninjau langsung kemajuan pembangunan RS Modular Tanjung Duren, Rabu (28/7).

Direktur Utama PT Patra Jasa, Putut Ariwibowo, menyampaikan bahwa pembangunan rumah sakit masih sejalan dengan target yang direncanakan. Percepatan ini dilakukan agar fasilitas kesehatan untuk umum tersebut bisa segera digunakan.

“Kami terus berupaya siang dan malam merampungkan pembangunan RS modular agar dapat segera digunakan oleh masyarakat Indonesia,” ujar Putut.

Sementara Direktur Utama Pertamedika IHC, dr. Fathema Djan Rachmat, menjelaskan bahwa kelebihan RS ini adalah adanya pelayanan ibu Hamil, anak-anak ataupun bayi baru lahir yang terkena Corona. Inilah yang membuat fasilitas RS tersebut lebih lengkap dibandingkan rumah sakit modular di Simpruk.

“Tenaga kesehatan yang akan diperkerjakan di RS modular Tanjung Duren diperkirakan sekitar 800 orang, baik dokter spesialis, umum, perawat ruang isolasi, perawat ruang ICU, apoteker, maupun tenaga radiologi, teknisi, dan nakes lainnya,” ungkap dr. Fathema.

Tidak hanya itu, upaya maksimal terus dilakukan Pertamina untuk mendukung Pemerintah dalam penanganan Covid-19. Untuk memastikan kebutuhan oksigen terpenuhi, Pertamina akan menempatkan dua ISO Tank di RS Modular Tanjung Duren. Saat ini masih dalam proses pengecoran beton sebagai fondasi penempatan tangki.

“Ke depannya kami harapkan dengan Pembangunan RS Covid-19 modular Tanjung Duren ini kita bisa membantu Pemerintah menanggulangi pandemi Covid-19 Ini sehingga para pasien bisa ditangani dengan baik,” ujar Mulyono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here