Jakarta, Petrominer – Subsektor mineral dan batubara masih menjadi salah satu primadona penerimaan negara dari sektor energi dan sumber daya mineral. Sejak tahun 2017 hingga 2019, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat selalu melebihi target yang sudah ditetapkan. PNBP itu berasal dari royalti, penjualan hasil tambang dan iuran tetap.

“Sejak tahun 2017 hingga 2109, PNBP minerba selalu melebih target yang sudah ditetapkan. Dan tahun 2020 ini, kami berharap masih mengikuti tren tersebut,” ujar Direktur Jenderal Mineral Dan Batubara (Minerba), Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono, dalam jumpa pers di kantornya, Kamis lalu (12/3).

Bambang memaparkan, realisasi PNPB Tahun 2019 dari subsektor minerba mencapai Rp 45,59 triliun. Angka ini melampaui target sebesar Rp 43,27 triliun. Sementara untuk tahun 2020, PNBP ditargetkan sebesar Rp 44,34 triliun.

“Kami optimis tahun ini juga bisa kembali lampaui target. Selama triwulan I ini, realisasi sudah mencapai Rp 5,86 triliun,” jelasnya.

Mengenai target PNBP tahun ini yang dipatok lebih rendah dari realisasi tahun 2019, menurut Bambang, sebagai antisipasi atas penurunan harga komoditi yang terjadi dewasa ini. Contohnya harga batubara, yang sedang menurun.

Pasalnya, PNBP selama ini didominasi oleh penerimaan dari komoditi batubara, yang hampir sekitar 80 persen dari penerimaan hasil tambang. Dan Indonesia masih punya 13,5 persen gross dari PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara).

“Tahun 2020 ini targetnya memang lebih kecil dibandingkan tahun 2019 kemarin, karena kita tahu Penerimaan Negara Bukan Pajak sangat dipengaruhi oleh faktor harga. Harga batubara sekarang jika dibandingkan tahun 2019 sangat turun, tahun kemarin rata-rata US$ 80-90, tahun ini rata-rata paling US$ 60-an, sehingga kita targetkan untuk tingkat produksi 550 juta ton sebesar Rp 44,34 triliun,” ungkapnya.

Realisasi Investasi

Tidak hanya PNBP, realisasi investasi juga melampaui target. Bambang menyebutkan bahwa realisasi investasi tahun 2019 mencapai US$ 6.502 juta, dari target US$ 6.175 juta. Sementara untuk tahun 2020, target investasi berada pada angka US$ 7.794 juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here