Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. (Petrominer/Fachry Latief)

Jakarta, Petrominer – Satuan kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan bahwa realisasi investasi hulu migas periode Januari hingga April 2019 sebesar US$ 3,17 miliar. Angka ini baru mencapai 21 persen dari target investasi sepanjang tahun 2019 yang dipatok sebesar US$ 14,79 miliar.

“Sekitar 70 persen dari realisasi investasi tersebut digunakan oleh para KKKS untuk kegiatan produksi,” ujar Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, saat memaparkan kinerja hulu migas caturwulan I, Rabu sore (8/5).

Meski realisasi investasi tersebut masih di bawah target, namun ujar Dwi, masih ada tambahan investasi dari komitmen kerja pasti (KKP) di wilayah kerja Jambi Merang pada tahun ini sejumlah US$ 38,1 juta. Secara kumulatif, tambahan investasi dari KKP dan komitmen pasti (KP) hingga tahun 2026 adalah sebesar US$2,16 miliar untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.

“Khusus untuk kegiatan eksplorasi, dalam KKP dan KP sudah dialokasikan sebesar US$ 1,14 miliar untuk meningkatkan penemuan eksplorasi,” ujar Dwi.

Dalam kesempatan itu, dijelaskan pula upaya peningkatan investasi dan mencari investor baru dalam kegiatan eksplorasi. Sejak tahun 2018, SKK Migas telah mencanangkan Exploration Roadshow keenam negara dengan mempromosikan sepuluh area giant field. Tidak hanya itu, SKK Migas gencar mendorong kegiatan eksplorasi yang masif dengan membentuk Indonesia Oil and Gas Institute (IOGI) pada 30 April lalu.

“Langkah ini merupakan bukti keseriusan SKK Migas untuk mencari potensi giant discovery,” tegasnya.

Sementara rasio penggantian cadangan (reserve replacement ratio/RRR) hingga April 2019 sekitar 21 persen dari target yang ditetapkan 100 persen. Hal itu bukan karena rendahnya kegiatan eksplorasi di awal tahun 2019, tetapi karena banyaknya penemuan dari kegiatan eksplorasi namun belum disahkan dalam plan of development (POD).

Giatnya kegiatan eksplorasi terbukti sejak tahun 2018 hingga 2019, sebanyak 16 sumur eksplorasi telah dibor dengan estimasi total investasi sebesar US$ 170 juta. Apabila melihat penemuan eksplorasi di tahun 2019, sampai dengan April 2019 terdapat lima sumur eksplorasi yang berhasil menemukan hidrokarbon, yaitu sumur Pauman-1, Benewangi-J1X, Randuwangi-1, MSBY-03, dan KBD-2X. Penemuan-penemuan baru ini tentunya akan menyokong lifting migas di masa yang akan datang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here