Lebong-Bengkulu, Petrominer — Bencana alam tanah longsor yang berlangsung Kamis subuh (28/4) waktu setempat telah menyebabkan tertimbunnya lokasi Cluster A Project Hululais yang terdapat aset-aset produksi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Longsoran tersebut berasal dari Bukit Beriti Besar/Gedong Hululais yang berjarak sekitar 2,5 km dari lokasi Cluster A.

“Saat kejadian tersebut, beberapa pekerja mitra PGE sedang bertugas melakukan monitoring sumur dan pengawasan water pump station (WPS) yang digunakan untuk suplai air bagi operasi pemboran yang di lokasi cluster lain (cluster Q),” ujar Corporate Secretary PGE, Tafif Azimudin, Kamis (28/4).

Tafif menjelaskan, curah hujan cukup tinggi selama sepekan terakhir terjadi di wilayah Lebong, Bengkulu. Bahkan malam sebelum terjadinya longsoran, hujan juga turun dengan lebat disertai angin kencang sejak sore hari.

“Akibat bencana alam ini, 1 orang pekerja ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun tanah, 4 orang mengalami luka berat dan 4 orang sampai saat ini belum ditemukan,” jelasnya.

PGE dengan dibantu aparat terkait sedang berupaya membuka akses ke lokasi timbunan longsoran untuk mencari dan evakuasi korban yang belum ditemukan serta membersihkan tanah longsoran. Saat ini, korban luka dan meninggal sudah di bawa ke RS untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Lokasi Proyek Hululais terletak di terletak di Kabupaten Lebong, Propinsi Bengkulu yang berjarak sekitar 180 km dari kota Bengkulu. Melalui project Hululais, PGE diharap mampu menyumbang listrik sebesar 1×55 MW pada Januari 2018 dan tambahan 1×55 MW pada Desember 2019 mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here