Kualasimpang, Petrominer – Kerja cepat, cerdas, dan cermat dilakukan manajemen PT Pertamina EP. Melalui Asset 1 Rantau Field, Pertamina EP mulai tancap gas menjelang pergantian tahun, dengan melakukan tajak sumur RNT-SZ24.

“Kegiatan tajak sumur ini adalah wujud komitmen kami mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Presiden Direktur Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf, saat tajak sumur RNT-SZ24 di Desa Kebun Rantau, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussaalam, Sabtu (29/12).

Menurut Nanang, kegiatan tajak sumur RNT-SZ24 sebenarnya masuk ke dalam program tahun 2019, namun dipercepat pelaksanaannya pada akhir 2018. Manajemen Pertamina EP memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang memberikan dukungan besar atas kesuksesan dan kelancaran kegiatan tajak sumur.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang mendukung kegiatan tajak sumur terlaksana dengan baik,” ucapnya.

General Manager Pertamina EP Asset I, Rizal Risnul Wathan, menjelaskan bahwa kegiatan tajak sumur RNT-SZ24 ditargetkan pada kedalaman 600 meter. Sebagai bentuk sinergi antar anak usaha BUMN, Pertamina EP menggandeng PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI), anak usaha Pertamina di sektor jasa pengeboran.

“Tajak sumur menggunakan RIG CWKT 210 dengan total investasi sekitar US$ 1,8 juta. Selama 10 hari drilling dan delapan hari komplesi,” ujar Rizal.

Kegiatan di sumur RNT-SZ24 ini diharapkan dapat memproduksikan minyak sekitar 180 barel per hari (BPH), sehingga menambah produksi minyak Rantau Field. Saat ini, produksi minyak Rantau Field sekitar 2.800 BPH dan ditargetkan menjadi 3.000 BPH pada pertengahan Januari 2019 nanti.

“Produksi minyak itu berasal dari 124 sumur aktif, 80 sumur produksi dan 44 injeksi,” ujarnya.

Proyeksi cadangan Rantau Field dapat bertambah hingga dua juta barel bila dari kegiatan pemboran sumur RNT-SZ24 menunjukkan hasil sesuai dengan target.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here