Jakarta, Petrominer – General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya), M. Ikhsan Asaad, optimistis bisa memenuhi target penambahan daya listrik sebanyak 18.000 pelanggan dalam program Promo Gemerlap Lebaran 2018. Promo ini diluncurkan sejak 17 Mei 2018 lalu dan akan berakhir 30 Juni 2018.

“Kita (PLN Disjaya) ditarget 18.000 (pelanggan) tambah daya sampai dengan 30 Juni. Saya bilang terlalu ringan tuh 18.000, 50.000! Masa kalah sama Jawa Barat. Jadilah 50.000 targetnya,” kata Ikhsan dalam apel di hadapan karyawan PLN Disjaya dalam rangka acara “Shake Hand” (Share Kindness and Happiness in Ramadan) di kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta, Rabu sore (30/5).

Dia menyatakan yakin target tersebut bisa dicapai, karena Jakarta ini ibukota sehingga warganya sudah sangat butuh listrik. Apalagi, sampai saat ini, realisasi penambahan daya listrik di area Jakarta Raya lewat program promo tersebur sudah sebanyak 7.000-an pelanggan.

Seperti tahun sebelumnya, Promo Gemerlap Lebaran PLN hadir kembali pada tahun ini dalam menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah. Promo tersebut berupa diskon Biaya Penyambungan tambah daya listrik sebesar 50 persen dengan maksimum potongan Rp 10 juta. Sementara khusus rumah ibadah, potongan yang diberikan sebesar 100 persen atau gratis biaya penyambungan.

Melalui Promo Gemerlap Lebaran 2018, pelanggan dapat mengajukan tambah daya mulai dari 220 VA (Volt Ampere) – 197 kVA (kilo Volt Ampere). Selain lebih murah, pelanggan bisa mendapatkan tambahan daya listrik dengan cepat karena waktu Penambahan Daya tidak lebih dari 24 jam dan tanpa merubah kWh meter pascabayar menjadi prabayar ataupun sebaliknya.

“Promo ini untuk memudahkan masyarakat untuk menikmati listrik apalagi menjelang Lebaran. Untuk rumah ibadah itu kita kasih diskon 100 persen, tambah daya gratis,” ucap Ikhsan.

Setelah memimpin apel karyawan PLN Disjaya, Ikhsan bersama karyawan lainnya membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas di tengah kemacetan di depan kantor PLN Disjaya di Jalan M.I. Ridwan Rais jelang waktu berbuka puasa.

“Sore ini kita juga ingin berbagi dengan pelanggan-pelanggan PLN yang kebetulan lewat di depan sini dan terjebak kemacetan, kita siapkan takjil. Ini salah satu bentuk berbagi kami dengan masyarakat,” ucapnya.

8 KOMENTAR

  1. Saya bayar listrik setiap bulan nya mahal Mulu , waktu di ganti MCB nya biasa di bawah 200 rb sekarang ini qlo bayar di atas 500 rb

  2. PLN klu diganti namanya jadi PLLRI (Pusat Listrik Layanan Rakyat Indonesia) gmn ya biar listrik memang utk rakyat, krn selama ini namanya utk negara tapi negara gak pernah mikirin rakyat, ekonomi lagi susah negara naikan tarif listrik 😇😇😇

  3. Kalau harganya listrik di permahal
    rakyatnya bikin listrik sendiri saja
    Karena rakyat kecil selalu mikir kapan
    Bisa hidup tentram kalau uang cuma lewat saja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here