Presisen Joko Widodo, didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, meninjau display Pertashop serta produk-produk unggulan Pertamina pada BUMN Shop di Kabupaten Garut , Jawa Barat, Jum'at (19/1).

Garut, Petrominer – Kehadiran Pertashop dalam acara pameran BUMN Shop yang digelar di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jum’at (19/1), mendapat perhatian Presiden Joko Widodo. Pertashop didirikan oleh PT Pertamina (Persero) sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat di sejumlah daerah terpencil.

Presiden Jokowi melihat display Pertashop yang menjadi bagian dari BUMN Shop, dan dikelola Badan Usaha Milik Desa. Layanan ini merupakan upaya Pertamina untuk memudahkan rakyat dalam memperoleh akses ke bahan bakar minyak (BBM).

“Melalui Pertashop, masyarakat bisa lebih mudah untuk mendapatkan akses terhadap layanan One Stop Pertamina Product yaitu BBM, LPG dan Pelumas Pertamina,” ujar Media Communication Manager, Arya Dwi Paramita.

Lihat juga: Permudah Akses Masyarakat ke BBM melalui Pertashop

Menurut Arya, Pertamina telah menghadirkan 11 unit Pertashop di Jawa Barat. Dengan rincian, 8 berada di Sukabumi dan 2 di Ciamis yang menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta 1 unit Pertashop di Garut yang menggandeng Pesantren.

“Pertashop hadir menggandeng berbagai pihak, seperti pesantren dan BUMDes, sebagai upaya penguatan ekonomi dengan membangun rantai distribusi produk Pertamina,” jelasnya.

Display Pertashop dan produk-produk unggulan Pertamina pada BUMN Shop di Kabupaten Garut , Jawa Barat.

Pada pelaksanaannya, Pertashop merupakan bagian dari usaha milik desa atau lembaga yang ditunjuk untuk menyediakan beberapa kebutuhan masyarakat terutama produk-produk dari BUMN. Dalam usaha desa tersebut selain menjual produk Pertamina juga melayani kebutuhan sembako, listrik, pulsa, pupuk, dll.

“Harapannya, dengan adanya sinergi BUMN seperti ini bisa membantu perkembangan ekonomi desa menjadi lebih maju,” ujar Arya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here