Sumur eksplorasi KBD 2X di Blok Sakakemang, Sumatera Selatan. (SKK Migas)

Jakarta, Petrominer – Kontraktor Kontrak Kerja Sama Repsol memberikan harapan baru dengan ditemukannya giant discovery di Blok Sakakemang, Sumatera Selatan. Penemuan cadangan baru tersebut berkat pengeboran sumur eksplorasi Kaliberau Dalam 2X (KBD 2X), dengan potensi cadangan gas setidaknya 2 triliun kaki kubik (Tcf).

Sumur KBD 2X ini, yang berlokasi di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, mulai dibor pada 20 Agustus 2018 dengan target fractured basement reservoir. Jenis reservoir ini memiliki potensi hidrokarbon yang menjanjikan, terutama di wilayah Sumatra Selatan. Hal ini terbukti dengan penemuan-penemuan sebelumnya di blok migas lainnya seperti Lapangan Suban dan Sumpal, yang dioperasikan ConocoPhillips Indonesia.

“Temuan lapangan gas ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia. Sebab, setelah 18 tahun akhirnya ditemukan cadangan gas baru dalam jumlah yang besar,” ujar Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, Kamis sore (21/2).

Dwi menjelaskan, Repsol kembali berinvestasi di Indonesia dan menjadi KKKS sejak tahun 2009 dengan fokus pada aset-aset di wilayah timur Indonesia. Repsol kemudian mengambil Talisman tahun 2015. Saat ini, Repsol mengelola empat blok eksplorasi yaitu East Jabung, Sakakemang, South East Jambi, dan Andaman 3.

Sejak awal perencanaan, paparnya, SKK Migas telah melihat potensi sumur KBD 2X dan memasukan sumur ini menjadi salah satu sumur eksplorasi andalan di tahun 2018-2019. Tidak hanya itu, Penemuan dari sumur KBD 2X ini termasuk dalam lima penemuan terbesar di dunia pada tahun 2018-2019.

“Temuan tersebut merupakan penemuan cadangan keempat terbesar di dunia periode 2018-2019. Pertama yaitu di Calypso 1-Cyprus, kedua di Obskaya Severnaya 1-Rusia dan ketiga di 1-STAT-010A-SPS-Brazil,” jelas Dwi.

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa sumur yang berada sekitar 60 kilometer dari lapangan gas raksasa Suban ini perlu penanganan dan perhatian khusus karena termasuk ke dalam kategori lapangan gas dengan potensi penemuan yang signifikan, dan terbesar di Indonesia dalam kurun waktu dua dekade terakhir.

Dengan koordinasi yang baik antara Repsol dan SKK Migas setiap kendala yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik sehingga pada akhirnya sumur ini mencapai targetnya di kedalaman 2.430 meter measure depth pada awal Pebruari 2019. Repsol pun telah melakukan tes produksi dengan hasil sementara yang signifikan.

Menurutnya, keberhasilan sumur KBD 2X akan membuka eksplorasi dengan target fractured basement di wilayah lain di Sumatra Selatan hingga ke Sumatra Tengah, dan menjadi pemicu semangat dalam melakukan eksplorasi hulu migas yang lebih masif di Indonesia.

“SKK Migas bersama KKKS Repsol akan terus melakukan sinergi dan langkah-langkah yang diperlukan untuk dapat menghitung secara terukur besaran cadangan gas di KBD 2X dan upaya komersialisasi penemuan ini demi memenuhi kebutuhan energi Indonesia dalam jangka pendek, menengah, dan panjang,” ucap Dwi.

Blok Sakakemang dioperasikan Repsol dengan participating interest sebesar 45 persen. Mitra lainnya adalah Petronas memegang 45 persen dan Mitsui Oil Exploration Co. Ltd (MOECO) 10 persen.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here