Mitsubishi Heavy Industries, Ltd. (MHI) menandatangani MoU untuk melakukan studi kelayakan co-firing amonia di PLTU Thailand yang dioperasikan oleh BLCP Power Limited (BLCP).

Singapura, Petrominer – Mitsubishi Heavy Industries, Ltd. (MHI) akan melakukan studi kelayakan co-firing amonia di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Thailand yang dioperasikan oleh BLCP Power Limited (BLCP). Proyek ini bertujuan untuk mendekarbonisasi pembangkit listrik yang ada guna mendukung Thailand mencapai ambisi iklimnya dan menjadi masyarakat rendah karbon.

Kolaborasi studi kelayakan tersebut dituangkan dalam sebuah Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani MHI dan BLCP di sela-sela acara Japan-Thailand Energy Policy Dialogue (JTEPD) yang diadakan di Bangkok, Kamis (12/1). BLCP merupakan independent power producer (IPP) dan usaha patungan (50:50) antara Banpu Power Public Company Limited (BPP) dan Electricity Generating Public Company Limited (EGCO Group).

Selain MHI dan BLCP, beberapa organisasi Thailand dan Jepang juga terlibat dalam proyek tersebut. Mereka adalah BPP dan EGCO Group dari Thailand, serta JERA Co., Inc. dan Mitsubishi Corporation dari Jepang. Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya kerja sama internasional dalam mengurangi emisi global.

Berdasarkan rencana studi kelayakan tersebut, MHI dengan dukungan Mitsubishi Power akan menentukan dan melakukan studi tentang pasokan amoniak, fasilitas boiler, dan peralatan yang diperlukan untuk co-firing amonia. JERA akan mengkaji pengadaan dan pengangkutan bahan bakar amonia.

JERA dan Mitsubishi Corporation akan mengkaji fasilitas pelabuhan serta fasilitas penerima dan penyimpanan amonia. Ini akan mengarah pada pembentukan rantai nilai bahan bakar terintegrasi dari pengadaan hingga pemanfaatan.

BLCP, MHI, Mitsubishi Corporation dan JERA juga akan bersama-sama melakukan studi dan mengembangkan rencana untuk mencapai co-firing amonia 20 persen, serta mendukung pengurangan emisi CO2 dan dekarbonisasi.

PLTU BLCP ini terletak di Provinsi Rayong, tenggara Thailand. Pembangkit listrik ini terdiri dari dua boiler berbahan bakar batubara subcritical dengan kapasitas 1.434 megawatt (MW) dan mulai beroperasi tahun 2006 dan 2007. MHI memasok boiler, turbin uap, dan fasilitas utama lainnya ke pembangkit listrik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here