
Jakarta, Petrominer – PT United Tractors Tbk (UT) melalui UT School kembali menghadirkan program pelatihan dan sertifikasi Basic Technical Course (BTC) 2026. Ini merupakan wujud komitmen UT dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi serta mendorong para guru untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pasalnya, peran guru sangat besar di balik lahirnya lulusan-lulusan siap kerja.
Corporate Social Responsibility Manager UT, Himawan Sutanto, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri.
“Program ini merupakan bentuk komitmen UT dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri, sehingga dapat menciptakan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing,” ujar Himawan, Senin (13/4).
Sebanyak 20 guru SMK binaan UT (SOBAT) dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua, hadir sebagai peserta. Mereka membawa semangat yang sama untuk terus belajar dan berkembang. Program ini secara resmi dibuka di UT School Head Office, Cakung, Jakarta Timur, Senin (6/4), dan akan berlangsung hingga 20 Mei 2026 mendatang.
Para peserta bukan hanya dipilih, tetapi telah melalui proses seleksi dan kurasi yang ketat untuk memastikan kesiapan mereka mengikuti seluruh rangkaian program. Selama lebih dari satu bulan, para guru akan mendapatkan pengalaman pembelajaran yang komprehensif, mulai dari in class training, praktik teknis, hingga magang di industri, yang kemudian ditutup dengan uji sertifikasi.
Sementara Wakil Direktur UT School, Setyo Haryadi, menyebutkan bahwa program ini lebih dari sekadar pelatihan dan menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan akan tenaga pendidik yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki wawasan praktis terhadap perkembangan teknologi dengan standar industri, khususnya di sektor alat berat.
Melalui pendekatan pembelajaran yang terstruktur dan aplikatif, UT School mendorong implementasi konsep link and match secara nyata. Harapannya, para guru dapat kembali ke sekolah dengan membawa perspektif baru, serta mentransformasikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada para siswa.
“Dengan demikian, program ini menjadi upaya UT School dalam menciptakan lulusan yang siap kerja, adaptif, dan berdaya saing, melalui peran para pendidik yang terus berkembang,” ungkap Setyo.







