Selain tetap fokus menjaga produksi, Pertamina EP Tambun Field juga melakukan beberapa kegiatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Jakart, Petrominer – Di tengah pandemi Covid-19 dan krisis harga minyak dunia, PT Pertamina EP Tambun Field tetap beroperasi dengan menerapkan strategi keekonomian yang efektif dan efisien secara menyeluruh. Hal ini dilakukan demi menjaga cadangan minyak dan gas bumi (migas) nasional serta memberikan kepastian pasokan kepada konsumen.

Direktur Operasi Pertamina EP, Chalid Said Salim, menyebutkan bahwa dalam kondisi sulit bagi semua pelaku industri, termasuk industri hulu migas, Pertamina EP Tambun Field masih dapat menjaga dan mempertahankan komitmen produksi migas nasional. Apalagi, Field Tambun memiilki dan mengoperasikan empat stasiun pengumpul migas yang tersebar di areanya, yang meliputi Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

“Semua ini untuk menjaga pasokan energi nasional, kita tetap masuk dan beroperasi demi stabilitas negara di sektor migas,” ujar Chalid, Selasa (28/4).

Dia menjelaskan bahwa komitmen tersebut dibuktikan dengan kinerja positif yang dicapai selama kuartal I tahun 2020. Dalam periode tiga bulan pertama tahun 2020, Tambun Field berhasil mencapai 102,4 persen terhadap target produksi minyak dan 110 persen terhadap target produksi gas atau keduanya setara dengan 6.713 barel setara minyak per hari (BOEPD).

“Dengan rincian, produksi minyak sebesar 1.622 BOPD dan produksi gas 29,53 MMSCFD,” jelas Chalid.

Minyak dari Tambun Field dialirkan ke Pusat Pengumpul Produksi (PPP) Balongan untuk selanjutnya di kirim melalui kapal ke kilang-kilang di Indonesia dan sebagian langsung menuju Refinery Unit Balongan di Indramayu, Jawa Barat. Sedangkan untuk gas, dialirkan untuk tiga sektor, yaitu kilang LPG, Pembangkit Listrik Jawa Bali, dan industri di Jawa Barat.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager PEP Asset 3, Wisnu Hindadari, menjelaskan bahwa tingkat produksi yang berhasil dijaga Tambun Field dapat tercapai berkat selalu mengedepankan aspek kesehatan, kemanan, keselamatan kerja dan lingkungan (HSSE) dalam pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan.

“Untuk seluruh kegiatan yang dilakukan, kami tetap selalu mengedepankan aspek keselamatan kerja sehingga pekerjaan berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Wisnu.

Hingga saat ini, Tambun Field telah menjaga stabilitas produksi dari sumur eksisting. Guna meningkatkan angka produksi, Tambun Field juga telah melakukan reparasi dan perawatan sebanyak 20 sumur serta penginjeksian air untuk reservoir pressure maintenance.

Darurat Covid-19

Selain tetap fokus menjaga produksi, Tambun Field juga melakukan beberapa kegiatan dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona tipe baru tersebut. Tambun Field langsung merespons dengan membentuk Tim Emergency Response (ER) satu minggu setelah diberlakukannya darurat Covid-19, yang dipimpin langsung oleh Krisna, selaku Tambun Field Manager. Hal tersebut dilakukan untuk memitigasi penyebaran di dalam area operasi dan masyarakat sekitar.

Hingga saat ini, Tambun Field telah menyediakan 17 Movable Hand Washer, yang ditempatkan pada area kerja dan lingkungan sekitar area operasi, seperti kantor kecamatan, masjid, dan fasilitas umum lainnya.

Selain itu, Tambun juga menggandeng BAZMA PEP, untuk menyalurkan bantuan donasi bagi masyarakat rentan yang terdampak, serta bantuan alat pelindung diri (APD) dan kebutuhan medis lainnya untuk rumah sakit di sekitar area operasi. Selain itu, juga memberikan bantuan Hand Sanitizer untuk tempat pelayanan masyarakat seperti Kantor Kecamatan, Polsek, Koramil, serta Puskesmas yang berada di sekitar wilayah operasi.

“Adanya bantuan kepedulian ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan serta pihak terkait dalam pencegahan penyebaran Covid–19. Semoga pandemi virus ini segera berakhir sehingga masyarakat dapat beraktivitas kembali seperti biasanya,” ujar Krisna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here