Kapal FSRU Jawa Satu memiliki kapasitas kargo penyimpanan LNG sebesar 170.150 m3, dengan kapasitas unit regasifikasi 300 MMscfd. Fasilitas ini akan mengolah LNG menjadi gas untuk dikirim ke PLTGU Jawa Satu di Karawang, Jawa Barat.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) melakukan prosesi penamaan Kapal Floating Storage Regasification Unit (FSRU) secara daring dari lintas negara yakni Indonesia, Korea dan Jepang, Rabu (16/12). Ini merupakan bagian dari rangkaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 1 di Karawang, Jawa Barat.

Setelah sukses melakukan sea trial dan gas trial, kapal tersebut secara resmi diberi nama FSRU Jawa Satu. Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, pun langsung meresmikannya secara setelah didaulat sebagai Godmother of the vessel sebagai bagian dari perwakilan pemegang saham PT Jawa Satu Regas, yaitu PT Pertamina Power Indonesia, Marubeni Corporation, Sojitz Corporation, PT Humpuss Intermoda Transportasi, dan Mitsui O.S.K. Lines.

“Mewakili seluruh pemegang saham, saya berikan nama Kapal FSRU ini Jawa Satu. Saya ucapkan terima kasih dan selamat kepada semua pihak yang telah berhasil mewujudkan FSRU Jawa Satu sebagai bagian yang terintegrasi dengan proyek PLTGU Jawa 1,” ujar Nicke dalam prosesi penamaan Kapal FSRU tersebut.

Kemajuan proyek PLTGU Jawa 1 semakin lengkap dengan kehadiran FSRU yang sudah selesai dibangun di Busan, Korea Selatan. Pembangunan terminal kapal apung yang akan diintegrasikan dengan PLTGU Jawa 1 tersebut dimulai sejak Desember 2018.

Prosesnya kemudian dilanjutkan dengan pemotongan baja pertama yang dilaksanakan pada April 2019 di galangan kapal Samsung Heavy Industries (SHI) di Busan, Korea Selatan. Menurut jadwal, kapal tersebut akan mengarungi lautan dan memasuki perairan Indonesia pada Januari 2021.

“Ini akan jadi momentum bersejarah dalam pengembangan industri energi terutama dalam keberlanjutan energi di Indonesia,” ungkapnya.

Kapal FSRU Jawa Satu memiliki kapasitas kargo penyimpanan liquefied natural gas (LNG) sebesar 170.150 m3, dengan kapasitas unit regasifikasi 300 MMscfd. Nantinya, kapal ini akan meregasifikasi pasokan LNG dari kilang LNG BP Tangguh, di mana commissioning unit regasifikasi kapal FSRU akan dilaksanakan bulan Maret 2021.

Selanjutnya akan dilakukan pengiriman gas melalui pipa sepanjang 21 km ke PLTGU Jawa-1 yang berada di Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Listrik yang dibangkitkan oleh PLTGU Jawa-1 akan dikirimkan ke gardu induk PLN di Kecamatan Cibatu Dua, Kabupaten Bekasi.

“Melihat kemajuan proyek serta dukungan dari semua pihak, kami yakin dapat memenuhi target operasi komersial pada Desember 2021 mendatang,” ujar Chief Executive Officer Pertamina Power Indonesia, Heru Setiawan.

Pengerjaan proyek PLTGU 1 terintegrasi ini juga dilaksanakan secara kemitraan dalam setiap tahapnya. Dalam tahap teknis dan perizinan, konsorsium bekerjasama dengan Poyry, Kwarsa Hexagon, Tigenco, WP, Royal, Haskoning, dan B&V. Untuk tahap EPC, OEM FSRU bekerjasama dengan Samsung C&T, Samsung Engineering, General Electrics, Meindo, dan Samsung Heavy Industries. Terkait aspek legal bekerjasama dengan Latham & Watkins, Shearman & Sterling dan Widyawan. Sedangkan terkait aspek keuangan bekerjasama dengan ING, Marsh, Tugu Pratama Indonesia, PwC dan para lenders.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here