Pertamina Hulu Mahakam telah mengoperasikan rig Ke-4.

Jakarta, Petrominer – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan lifting minyak Indonesia hanya mencapai 746 ribu barrel oil per day (BOPD) hingga akhir tahun 2019. Ini meleset dari target lifting yang ditetapkan dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar 775 ribu BPOD.

Menurut Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, lifting minyak Indonesia memang mengalami tren penurunan sejak beberapa tahun terakhir. Realisasi lifting tahun ini juga lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2018 yang sebesar 778 ribu BPOD.

“Kondisi serupa juga terjadi pada lifting gas tahun ini. Tidak mencapai target dan juga lebih rendah dibandingkan realisasi tahun lalu,” kata Dwi dalam paparan Capaian Hulu Migas Tahun 2019 dan Rencana tahun 2020, Kamis (09/1).

Hingga akhir tahun 2019, salur gas tercatat sebesar 5.934 MMSCFD atau lebih rendah dari target APBN yang sebesar 7.000 MMSCFD. Dan juga lebih rendah dibandingkan realisasi salur gas tahun 2018, yang mencapai 6.344 MMSCFD.

Capaian hulu migas tahun 2019 (lifting minyak dan salur gas).

Namun untuk tahun 2020, jelas Dwi Soetjipto, SKK Migas sudah menyusun strategi untuk meningkatkan produksi migas. Ini dilakukan dengan empat program utama, yakni mempertahankan tingkat produksi eksisting yang tinggi, transformasi sumberdaya ke produksi, mempercepat chemical Enhanced Oil Recovery (EOR), dan eksplorasi untuk penemuan besar

“Strategi tersebut sudah dilakukan tahun 2019 dan akan dilanjutkan tahun ini,” tegasnya.

Sebagai upaya mempertahankan tingkat produksi eksisting yang tinggi, sepanjang tahun lalu telah dilakukan 322 pemboran sumur pengembangan, dan persetujuan 29 plan of development (POD) yang terdiri dari 4 POD I, 1 Revisi POD I, 2 POP, 16 Optimasi POD, dan 6 POD. Selain itu, juga telah terbit keputusan perpanjangan untuk blok Pangkah dan blok Corridor, serta transisi blok Rokan.

“Kami juga berhasil melakukan fill the gap dari 712 ribu BOPD menjadi 746 ribu BOPD,” jelas Dwi Soetjipto.

Sementara untuk tahun 2020 ini, jumlah pengeboran sumur pengembangan naik 20-25 persen. Dengan rincian 395 sumur pengembangan, 838 work over, dan 28.163 work services.

Untuk transformasi sumberdaya ke produksi, SKK Migas telah melakukan percepatan POD Saka Kemang. Juga sudah terbit pengesahan revisi POD Masela. Sementara OPLL PHM dan PHKT PHSS masih dalam proses (on progress). Dan pencapaian RRR sebesar 345 persen

Langkah ini dilanjutkan dengan pencanangan target RRR 100 persen, dilakukan beberapa Commercial Exercise, serta mulai onstreamnya POD Lapangan Sidayu.

Lebih lanjut, Dwi Soetjipto menjelaskan bahwa dalam rangka mempercepat chemical EOR, SKK Migas telah menyetujui field trial Lapangan Tanjung. Ada juga MoU CA EOR dengan JAPEX, JOGMEC, dan Repsol. SKK Migas juga telah mendorong percepatan akses data blok Rokan untuk mempercepat Proyek EOR Lapangan Minas.

Sementara untuk tahun 2020, telah dijadwalkan field trial di Lapangan Sago, Gemah, Jatibarang dan Tanjung, serta studi EOR di Lapangan Pedada dan Kaji Semoga

Dalam rangka mendukung eksplorasi untuk penemuan besar, sepanjang tahun 2019 lalu, SKK Migas telah menggelar seismik 2D Jambi Merang (open area) sepanjang 30.000 km, baru realisasi 10 persen dan Gravity Survey di Papua (open area). SKK Migas juga melakukan exploration roadshow kelima negara dan 27 perusahaan, serta dataroom 28.

Di tahun ini, telah dijadwalkan seismik 2D Jambi Merang (open area) tahun ke 2 dengan investasi US$ 75 Juta.

Rencana aktivitas utama hulu migas tahun 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here