Perkembangan harga minyak mentah Indonesia Periode 2016-2017.

Jakarta, Petrominer — Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan Juli 2017 mulai sedikit menguat memasuki bulan ketiga berturut-turut. Tren serupa juga terjadi pada harga minyak mentah Indonesia dari hasil perhitungan Formula ICP (Indonesian Crude Price).

Berdasarkan Laporan Perkembangan Pasar Minyak bulan Juli 2017 dari SKMIGAS, yang diterima Petrominer, Kamis (10/8), harga minyak mentah Indonesia mengalami sedikit kenaikan dibandingkan Juni 2017.

ICP (yang terdiri dari 43 jenis) tercatat sebesar US$ 45,48 per barel, naik US$ 1,82 per barel dibandingkan bulan Juni yang sebesar US$ 43,66 per barel. Penguatan serupa juga terjadi pada harga rata-rata ICP SLC, yang naik US$ 1,64 per barel dari US$ 44,71 per barel menjadi US$ 46,35 per barel.

Penguatan harga minyak mentah Indonesia tersebut dan juga harga minyak mentah utama lainnya di kawasan Asia Pasifik dipengaruhi peningkatan permintaan produk minyak mentah di India dan Taiwan, seperti yang dilaporkan dalam publikasi International Energy Agency (IEA).

“Berdasarkan publikasi IMF (International Monetary Fund) bulan Juli 2017, proyeksi pertumbuhan ekonomi China tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,1 persen dibandingkan proyeksi periode sebelumnya,” tulis laporan SKK Migas tersebut.

Tidak hanya di kawasan Asia Pasifik, harga minyak mentah utama di pasar internasional juga mengalami kenaikan sedikit. Brent (ICE) naik US$ 2,04 per barel dari US$ 46,52 per barel menjadi US$ 48,56 per barel. Brent (ICE) naik US$ 1,60 per barel dari US$ 47,55 per barel menjadi US$ 49,15 per barel. WTI (Nymex) naik US$ 1,48 per barel dari US$ 45,20 per barel menjadi US$ 46,68 per barel. Basket OPEC naik US$ 1,57 per barel dari US$ 45,21 per barel menjadi US$ 46,78 per barel.

Kenaikan harga ini merupakan respon positif pasar atas pernyataan Menteri Energi Arab Saudi bahwa Arab Saudi akan membatasi ekspor minyak mentah sebesar 6,6 juta barel per hari (bph) pada bulan Agustus 2017. Harga kian stabil setelah Nigeria menyatakan setuju untuk mengikuti kebijakan OPEC, yaitu membatasi produksi minyak mentahnya.

“Berdasarkan publikasi IEA di bulan Juli 2017, proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2017 naik 0,1 juta bph dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya menjadi sebesar 98 juta bph,” tulis laporan SKK Migas.

Sementara berdasarkan publikasi IEA dan OPEC di bulan Juli 2017, stok minyak mentah komersial negara OECD mengalami penurunan sebesar 6 juta barrel dan 12,9 juta barrel.

Perkembangan harga minyak mentah dunia berdasarkan publikasi Platt’s periode 2016-2017.

Harga Agustus 2017

Untuk bulan Agustus 2017, harga diperkirakan terus menguat karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah membaiknya perekonomian dunia, khususnya di AS dan China, serta terus menurunnya stok minyak mentah komersial baik di AS maupun negara OECD.

Namun, harga bisa saja kembali melemah karena terus meningkatnya produksi minyak mentah baik dari negara OPEC maupun non-OPEC. Harga kian tertekan rendah karena laporan yang menyebutkan bahwa jumlah oil rig count di Amerika Serikat terus meningkat.

Berdasarkan hal tersebut di atas, pada bulan Agustus ini diperkirakan:

  • Harga rata-rata minyak mentah Indonesia berkisar antara US$ 43,00 – 48,00 per barel.
  • Harga rata-rata Dated Brent berkisar antara antara US$ 45,00 – 50,00 per barel.
  • Harga rata-rata WTI (NYMEX) berkisar antara US$ 44,00 – 49,00 per barel.
  • Harga rata-rata Brent (ICE) berkisar antara US$ 45,00 – 50,00 per barel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here