Perkembangan harga minyak mentah Indonesia Periode 2016-2017.

Jakarta, Petrominer – Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan Oktober 2017 masih menguat memasuki bulan keempat berturut-turut. Meski kenaikannya kecil, namun harga bertahan dan telah melewati angka US$ 50 per barel

Perkembangan ini juga diikuti oleh harga minyak mentah Indonesia dari hasil perhitungan Formula ICP (Indonesian Crude Price). Berdasarkan Laporan Perkembangan Pasar Minyak bulan Oktober 2017 dari SKMIGAS, yang diterima Petrominer, Senin (13/11), harga minyak mentah Indonesia mengalami sedikit kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

ICP (yang terdiri dari 43 jenis) tercatat sebesar US$ 54,43 per barel, naik US$ 1,55 per barel dibandingkan bulan September yang sebesar US$ 52,47 per barel. Penguatan serupa juga terjadi pada harga rata-rata ICP SLC yang naik sebesar US$ 1,54 per barel dari US$ 53,17 per barel menjadi US$ 54,71 per barel.

Penguatan harga minyak mentah Indonesia tersebut dan juga harga minyak mentah utama lainnya di kawasan Asia Pasifik dipengaruhi oleh publikasi Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) bulan Oktober 2017, yang menyebutkan adanya kenaikan permintaan minyak dari Korea Selatan dan Jepang.

“Berdasarkan laporan dari Bank Dunia dan dipublikasikan oleh Antara News tanggal 4 Oktober 2017, mengatakan bahwa dalam kajian ekonomi terbaru untuk wilayah Asia Timur dan Pasifik telah di revisi naik sehingga masing-masing menjadi 6,4 persen dan 6,2 persen untuk 2017 dan 2018,” tulis laporan SKK Migas tersebut.

Tidak hanya di kawasan Asia Pasifik, harga minyak mentah utama di pasar internasional juga mengalami kenaikan.

  • Dated Brent naik US$ 1,32 per barel dari US$ 56,05 per barel menjadi US$ 57,36 per barel.
  • Brent (ICE) naik US$ 2,13 per barel dari US$ 55,51 per barel menjadi US$ 57,65 per barel.
  • WTI (Nymex) naik US$ 1,72 per barel dari US$ 49,88 per barel menjadi US$ 51,59 per barel.
  • Basket OPEC naik US$ 1,92 per barel dari US$ 53,44 per barel menjadi US$ 55,36 per barel.

Kenaikan harga ini terpengaruh publikasi OPEC bulan Oktober 2017 yang melaporkan bahwa pertumbuhan permintaan minyak mentah dunia tahun 2017 bakal naik 1,45 juta barel per hari (bph), atau lebih dari 30 ribu bph dibandingkan publikasi sebelumnya. Sementara publikasi IEA bulan Oktober 2017 melaporkan bahwa throughput global pada Q4 2017 diperkirakan menghasilkan tren musiman yang meningkat 0,5 juta menjadi 80,9 juta barel per hari dibandingkan Q3 2017.

“Berdasarkan Bloomberg tanggal 26 Oktober 2017 dan publikasi OPEC bulan Oktober 2017, bahwa terkait dengan Ketegangan geopolitik di Irak Kurdistan, Pemerintah Irak telah mulai melanjutkan pemompaan minyak dari sebuah ladang di Avana-Kirkuk yang disengketakan, namun dari lapangan yang lain belum beroperasi normal,” tulis laporan SKK Migas.

Tidak hanya itu, publikasi OPEC bulan Oktober 2017 juga melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2017 direvisi naik menjadi 3,5 persen dari sebelumnya 3,4 persen. Sementara perkiraan pertumbuhan untuk 2018 tetap tidak berubah pada level 3,4 persen.

Sementara bulan Nopember 2017, harga diperkirakan masih terus menguat karena dipengaruhi oleh kondisi ketegangan geopolitik di wilayah Irak Kurdistan. Harga juga kian terdorong naik karena adanya kenaikan permintaan kebutuhan minyak mentah dunia yang terus meningkat, terutama di wilayah Asia Pasifik dan sebagian North Hemisphere.

Namun, harga bisa saja kembali melemah karena terjadi peningkatan pasokan minyak mentah dunia, terutama dari Nigeria dan Libya. Tidak hanya itu, harga bakalan tertekan menyusul terjadinya peningkatan biaya sewa kapal (freight cost).

Berdasarkan hal tersebut di atas, pada bulan Nopember ini diperkirakan:

  • Harga rata-rata minyak mentah Indonesia berkisar antara US$ 52,00-57,00 per barel.
  • Harga rata-rata Dated Brent berkisar antara US$ 55,00-60,00 per barel.
  • Harga rata-rata WTI (NYMEX) berkisar antara US$ 49,00-54,00 per barel.
  • Harga rata-rata Brent (ICE) berkisar antara US$ 55,00-60,00 per barel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here