, ,

First Gas dari Lapangan Karamba

Posted by

Balikpapan, Petrominer – PT Indo Sino Oil Dan Gas (ISOG) berhasil memulai produksi gas (first gas) dari lapangan Karamba di Wilayah Kerja Wain PSC, onshore Kalimantan Timur. Pencapaian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pasokan gas domestik sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Direktur Utama ISOG, Tang Zhongfu mengatakan pencapaian tersebut menjadikan Karamba sebagai proyek gas pertama ISOG di Kalimantan Timur yang berhasil dikembangkan dengan skema fast-track development. ISOG menyelesaikan proyek Karamba hanya dalam waktu 25 bulan sejak kontrak Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI) diberikan pada April 2024.

“Pencapaian first gas lapangan Karamba ini merupakan wujud komitmen ISOG untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan sumber daya gas yang cepat, efisien, dan berkelanjutan. Kami optimis proyek ini akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pasokan energi dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Tang dalam pernyataan resmi yang diterima PETROMINER, Rabu (24/6).

Lapangan Karamba memiliki cadangan gas sebesar 64,4 miliar kaki kubik (Bscf) berdasarkan kategori proven and probable reserves (2P). Pengembangan lapangan ini mencakup re-entry sumur KUD-1, pengeboran dua sumur pengembangan baru, pembangunan Central Processing Facility (CPF), pembangunan pipa gas sepanjang 16,3 kilometer, serta fasilitas pendukung lainnya.

Sebelum mencapai fase produksi, sumur KUD-1 berhasil mencatat hasil uji produksi yang menggembirakan dengan laju alir gas mencapai 9,5 MMscfd. Hasil tersebut menunjukkan potensi reservoir yang kuat dan menjadi dasar optimisme terhadap keberlanjutan produksi Lapangan Karamba dalam jangka panjang.

Proyek Karamba mulai memasuki tahap commissioning pada 17 Juni 2026 dan dijadwalkan onstream pada 24 Juni 2026. Pengembangan Karamba akan menjadi fondasi penting bagi pengembangan sumber daya gas di Kalimantan Timur, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri.

Nilai Tambah

Selain meningkatkan pasokan gas domestik, proyek ini juga memberikan nilai tambah melalui optimalisasi infrastruktur eksisting. Proyek ini juga meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri baik barang maupun tenaga kerja baru, serta penciptaan peluang pengembangan migas baru di wilayah onshore Cekungan Kutai.

“SKK Migas mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak sehingga Proyek Karamba dapat mencapai Gas Pertama dengan cepat dan selamat. Kami berharap produksi dari lapangan Karamba dapat mencapai target dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi gas nasional,” ujar Djoko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *