Trophy untuk juara Piala Dunia 2022, yang akan berlangsung di Qatar pada 20-18 Desember 2022.

Jakarta, Petrominer – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) diminta untuk membatalkan klaim netralitas karbon pada Piala Dunia Qatar 2022, yang akan berlangsung 20 November-18 Desember 2022 mendatang. Klaim netralitas karbon tersebut telah dikampanyekan FIFA dan tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar, melalui berbagai kesempatan, termasuk di website resmi mereka.

Klaim netralitas karbon dari FIFA tersebut dianggap telah menyesatkan para atlet, penggemar sepak bola, dan sekitar 5 miliar orang yang diperkirakan bakal menyaksikan Piala Dunia Qatar 2022 melalui televisi. Kini, jelang penyelenggaraan “Piala Dunia FIFA pertama yang sepenuhnya netral karbon” di Qatar, para atlet, badan olahraga, pengacara, dan juru kampanye iklim berkumpul untuk mengajukan serangkaian keluhan terhadap iklan netralitas karbon FIFA tersebut.

Guna menangkal klaim palsu FIFA dan Qatar tersebut, sejumlah pemain dan badan olahraga di seluruh dunia telah menyampaikan keluhan mereka melalui surat terbuka kepada FIFA. Dalam surat terbuka ini, mereka meminta FIFA membatalkan klaim netralitas karbon, bertanggung jawab mengurangi emisi sebagai hal utama dan didahulukan, serta hanya menggunakan carbon offset sebagai upaya terakhir. Mereka juga meminta FIFA memperbarui strategi keberlanjutan sebelum Piala Dunia Wanita 2023.

“Perubahan iklim adalah lawan yang harus kita atasi, dan kita sudah memasuki perpanjangan waktu. Baju apa pun yang kita kenakan atau nyanyian yang kita nyanyikan, kita mendapatkan segalanya dari mengambil tindakan. Namun, alih-alih mengambil kesempatan emas ini, FIFA saat ini menyiapkan diri untuk melewatkan tembakan terbaik mereka ke gawang,” tulis surat terbuka tersebut yang diperoleh PETROMINER, Sabtu (12/11).

Keluhan dan seruan untuk segera melakukan tindakan dari badan olahraga muncul setelah klaim netralitas karbon Piala Dunia Qatar 2022 mulai dipertanyakan pada awal tahun ini. Aksi tersebut hadir di tengah kontroversi berat atas pelanggaran hak asasi manusia serta kritik bahwa carbon offset yang akan digunakan di Qatar berkualitas buruk.

Saat ini, keluhan terhadap klaim itu telah diajukan di beberapa negara Eropa yakni Inggris, Prancis, Swiss, Belgia, dan Belanda.

Di Inggris, keluhan terhadap klaim netralitas karbon palsu FIFA merinci bagaimana dua ambassador Piala Dunia Qatar 2022 yakni David Beckham dan Ronald De Boer ikut berkontribusi dalam kampanye tersebut dan mendorong klaim yang salah. Beckham mengatakan, “Stadion tidak akan meninggalkan apapun selain kenangan”.

Namun fakta ini dibantah oleh Carbon Market Watch, yang menemukan bahwa jejak karbon di stadion telah salah perhitungan pada awal tahun ini.

“Pada saat yang sangat penting dalam perjuangan untuk menyelamatkan iklim dan lingkungan, acara global seperti Piala Dunia harus menunjukkan akuntabilitas yang harus kita ambil untuk memastikan permainan di masa depan memungkinkan dilakukan. FIFA adalah pemimpin global dan oleh karena itu harus berkomitmen untuk menggunakan platform besar mereka untuk kemajuan planet dan kemanusiaan,” ungkap Morten Thorsby, pemain Union Berlin dan pendiri We Play Green.

“Sebagai pemain, saya sangat khawatir tentang dampak perubahan iklim terhadap olahraga dan kehidupan kita. Olahraga kami memiliki peluang untuk menjadi pemimpin dalam mengambil tindakan, tetapi klaim karbon yang dibuat oleh FIFA membawa kami ke arah yang berlawanan. Itulah mengapa sangat penting mereka mengubah pendekatan mereka untuk Piala Dunia mendatang,” ujar David Wheeler, pemain Wycombe Wanderers FC yang turut menandatangani surat terbuka bersama untuk FIFA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here