PLTP Kamojang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) siap menyambut era baru Indonesia lebih hijau hingga tahun 2030 mendatang. Hal ini ditandai dengan terbitnya Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, yang memperbesar porsi pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi.

Direktur Perencanaan Korporat PLN, Evy Haryadi, menegaskan bahwa PLN siap mendukung rencana pemerintah dalam komitmen menuju Indonesia bersih. PLN mendukung penuh upaya pemerintah dalam mencapai bauran energi baru terbarukan 23 persen pada tahun 2025.

“Salah satu langkah strategis yang dilakukan PLN adalah meningkatkan keberhasilan COD PLTP (1,4 GW) dan PLTA/PLTM (4,2 GW) dengan percepatan izin, eksplorasi dan pembebasan lahan,” jelas Haryadi pada Webinar Diseminasi RUPTL PLN 2021-2030, Selasa (4/10).

Strategi lainnya adalah meluncurkan program dediselisasi PLTD tersebar 588 MW menjadi PLTS 1,2 Gwp dan batere. Strategi ini diprioritaskan untuk daerah yang jam nyalanya rendah atau di bawah 12 jam per hari, yang umumnya di Indonesia Timur.

Lebih lanjut, jelanya, PLN akan mengganti pembangkit beban dasar setelah tahun 2025 yang sebelumnya dirancang menggunakan PLTU batubara dengan PLT EBT base 1 GW. Tidak hanya itu, PLN juga akan mempensiunkan 1,1 GW PLTU subcritical di Muarakarang, Tanjung Priok, Tambaklorok dan Gresik pada tahun 2030.

Selain dipensiunkan, PLN juga akan mengimplementasikan cofiring biomasa pada PLTU dengan porsi rata-rata 10 persen untuk PLTU di Jawa-Bali dan 20 persen untuk PLTU di luar Jawa-Bali, dengan CF 70 persen, total kapasitas ekuivalen 2,7 GW (hingga 13,7 juta ton per tahun biomassa) bauran energi 6 persen.

Menurut Haryadi, dalam upaya pengembangan pembangkit EBT, PLN tetap memperhatikan keseimbangan supply-demand, kesiapan sistem dan keekonomian. PLN akan memanfaatkan sumber energi terbarukan dari energi air, panasbumi (termasuk skala kecil/modular), biofuel, angin, sinar matahari, biomasa dan sampah, dan lain-lain, serta mendukung upaya Renewable Energy Based on Industrial Develompment (REBID).

“Pengembangan PLTS terpusat untuk melistriki banyak komunitas terpencil yang jauh dari grid pada daerah tertinggal, pulau-pulau terdepan yang berbatasan dengan negara tetangga dan pulau-pulau terluar lainnya,” paparnya.

PLN juga akan mengengembangkan micro grid untuk daerah-daerah isolated. Sementara daerah yang dalam 2-3 tahun ke depan belum direncanakan untuk dibangun distribusi atau pembangkit termal kecil, diusulkan untuk menggunakan PLTS.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here