Jakarta, Petrominer – Geo Connect Asia dipastikan batal diselenggarakan tahun ini karena alasan keselamatan dan kesehatan terkait wabah virus Corona. Selanjutnya, Montgomery Asia, selaku pihak penyelenggara, menyatakan bahwa acara tahunan geospasial se-Asia Tenggara ini akan kembali digelar pada 24-25 Maret 2021 di Suntec Convention & Exhibition Centre, Singapura.

Geo Connect Asia 2020 rencananya akan digelar pada 18-19 Maret 2020 di Suntec. Acara tahunan ini telah mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha dan pemangku kepentingan di bidang geospasial ASEAN serta menerima dukungan kuat dari asosiasi perdagangan industri dan berbagai mitra media. Acara ini rencananya alam mempertemukan lebih dari 50 peserta pameran regional dan internasional serta menarik 2.500 peserta dari seluruh dunia. Angka-angka ini diperkirakan akan tumbuh lebih besar lagi pada tahun 2021.

“Kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan keberhasilan pameran dan konferensi geospasial Asia Tenggara ini di tahun 2021. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua mitra, sponsor, peserta pameran, delegasi, mitra media, operator venue dan kontraktor atas dukungannya. Bidang geospasial di Asia Tenggara tetap sangat menarik. Kami akan kembali dengan program yang lebih besar dan lebih menarik pada Maret tahun depan, bulan yang lebih disukai untuk kalender acara industri global,” ujar Ketua Panitia Geo Connect Asia, Rupert Owen, dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Jum’at (14/2).

Direktur Geospasial dan Data dan Chief Data Officer Singapore Land Authority (SLA), Ng Siau Yong, mengatakan pihaknya menghargai keputusan Montgomery Asia atas pembatalan acara tersebut. Dia juga menyatakan tetap memberikan dukungan penuh untuk acara tahun 2021 nanti.

Sementara Direktur Pameran dan Konferensi Singapore Tourism Board, Andrew Phua, menegaskan bahwa pihaknya memahami keputusan yang diambil oleh Montgomery Asia untuk menjadwal ulang Geo Connect Asia hingga tahun 2021 karena wabah virus Corona.

“Kesehatan dan keselamatan penduduk setempat, pengunjung, dan mitra industri tetap menjadi prioritas kami selama periode ini. Sementara itu, kami percaya bahwa reputasi Singapura sebagai tujuan pilihan untuk acara MICE tetap kuat. Rekam jejak kami dalam memberikan acara berkualitas tinggi telah terbukti, dan kami berharap dapat mendukung Geo Connect Asia edisi mendatang,” tegas Andrew.

Federasi ASEAN untuk Survei Tanah dan Geomatika (FLAG ASEAN), yang akan menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN ke-73 bersama Geo Connect Asia 2020, juga telah menyatakan solidaritas dan dukungan atas keputusan pembatalan tersebut.

Presiden FLAG ASEAN Gerry Ong mengatakan, “sebagai bagian dari ASEAN, kami sangat prihatin dengan wabah virus Corona dan dampaknya terhadap kawasan. Kami tetap berkomitmen penuh pada industri geospasial ASEAN dan Geo Connect Asia. Kami paham bahwa kesehatan dan keselamatan semua peserta pada acara tersebut menjadi perhatian utama. Karena itu, kami menantikan Geo Connect Asia yang lebih besar dan lebih baik pada tahun 2021.”

Geo Connect Asia akan menyatukan industri ini selama dua hari diskusi dan networking. Acara ini akan terdiri dari pameran serta serangkaian konferensi dan seminar di berbagai industri vertikal seperti manajemen aset, bangunan & konstruksi, pertanian presisi, kehutanan, pertambangan, transportasi & mobilitas, distribusi & logistik, dan kota pintar.

Geo Connect Asia didukung oleh GeoWorks, pusat industri yang didirikan oleh Singapore Land Authority, di bawah Rencana Induk Geospasial Singapura untuk menyatukan bisnis geospasial, pengguna sektoral, lembaga penelitian dan pemerintah untuk mendorong ekosistem geospasial yang dinamis di Singapura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here